hitekno.com - Netizen dengan akun @iamniisha belum lama ini melakukan hal kocak saat dirinya hendak diajak kenalan seorang pria yang beda pilihan capres dengannya. Tidak ingin melangkah terlalu jauh, gadis ini memilih melakukan hal ini.
Kisahnya ini ia unggah sendiri di akun Twitter pribadinya hingga menjadi viral. Bersama dengan cuitannya, pemilik akun ini mengunggah screenshot percakapan antara dirinya dan pria tersebut.
''Takut keburu terlalu jauh..'' tulisnya dalam cuitan tersebut.
Gadis ini rupanya diajak berkenalan oleh seorang pria melalui direct message Twitter. Tidak mengetahui identitas pria tersebut, gadis ini cukup yakin bahwa pria ini beda pilihan capres dengannya.
''Hy..'' tulis si pria mencoba mengajak kenalan.
Dari profil picture pria tersebut, sangat bisa dipastikan jika pria ini adalah pendukung paslon nomor urut 2, Prabowo - Sandiaga Uno.
Mendukung paslon nomor urut 1, Jokowi - Ma'ruf Amin, gadis ini dengan tegas menolak ajakan kenalan pria tersebut dengan kalimat kocak dan tegas ini.
''Saya pendukung Jokowi mas..'' tulis gadis tersebut membalas.
Unggahan ini lalu menjadi viral di Twitter dan mendapat komentar beragam dari netizen.
''Perlu ditiru caranya, sopan dan to the point. Thanks Mbaknya..'' komentar netizen dengan akun @elvavee.
''Kenapa urusan hati jadi bawa bawa demokrasi dan persatuan? Jelas jelas mereka gak bisa bersatu. Mundur maz kmu gob**..'' ungkap netizen pemilik akun @YogiMaulana.
''Ini kalo lanjut panggilan sayangnya pasti cebong kampret nih..'' tulis @rezakabae menebak kelanjutan hubungan ini.
Sejak pertama kali dibuat, unggahan mengenai gadis yang lakukan hal kocak saat diajak kenalan pria beda pilihan capres ini sudah mendapat 9.195 retweets dan 468 komentar netizen.
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi