hitekno.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) membeberkan di mana protitusi online banyak ditemukan. Menurut Kominfo, media sosial Twitter jadi tempat paling ramai ditemukan praktek tersebut.
Hal itu disampaikan Kepala Biro Humas (Kominfo) Fernandus Setu, yang bericara dalam konferensi pers terkait prostitusi anak di kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di Jakarta, Jumat (29/3/2019).
''Sebanyak 95 persen akun yang mempromosikan prostitusi ada di Twitter,'' kata dia.
Lebih lanjut Nando, sapaan akrab Ferdinandus, mengatakan bahwa 2 September 2018 hingga 28 Maret 2019, Kominfo telah memblokir 11.282 akun media sosial yang bermuatan prostitusi online.
Dia menjelaskan Kominfo sejak Januari 2018 memiliki mesin sensor internet itu akan membuat penyisiran konten negatif dengan cara crawling konten.
Setelah diblokir, Kominfo akan terus melakukan pemantauan pada pelaku pemilik akun-akun tersebut, jika melakukan hal yang sama maka Kominfo akan melaporkan ke Bareskrim unit kejahatan dunia maya untuk ditindaklanjuti.
Hingga saat ini Kominfo telah memblokir sekitar 1,1 juta situs dan akun media sosial yang memuat konten negatif di internet, 80 persennya adalah konten pornografi.
Kominfo menekankan selain pemblokiran konten, perlu adanya literasi digital untuk menghindari dampak negatif dari internet.
Akankah langkah ini bisa memberantasn protitusi online yang banyak merebak di media sosial terutama di Twitter? (Suara.com/ Liberty Jemadu)
Berita Terkini
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media Melonjak 45,1 Persen Sepanjang 2025
-
Peran Penting Identitas Digital Dalam Sistem Akses Terintegrasi Di Asia
-
Mengenal Keunggulan Pippit AI, Sulap Rekaman Video Buram Jadi Jernih