hitekno.com - Sebuah iklan biaya SMS menjadi menarik perhatian netizen hingga viral di Facebook. Menurut netizen, iklan ini jadi awal mula seseorang balas chat singkat saja.
Dalam iklan tersebut, provider telepon seluler Esia menarik biaya per karakter dalam SMS. Berbeda dengan provider pada umumnya yang menarik biaya untuk satu SMS.
Esia, menarik biaya Rp 1 saja untuk tiap karakter dalam SMS. Sehingga untuk satu SMS yang maksimal 140 karakter hanya ditarik Rp 140 saja.
Sedangkan profider lain mengenakan biaya Rp 350 untuk satu SMS yang berisikan maksimal 140 karakter. Sehingga, SMS dengan Esia saat itu menjadi populer.
Iklan Esia ini awalnya dipostingkan oleh netizen dengan akun Facebook Yogi Satria. Postingannya ini dibagikan ulang oleh netizen lain hingga ribuan kali.
Pasti kamu pernah menemukan orang yang balas chat singkat banget. Dari balas dengan satu kata, bahkan hingga cuma membalas dengan satu huruf 'P' atau 'Y'.
''Sepertinya iklan dari salah satu provider ini yg jadi cikal bakal balasan simpel saat ini,'' tulis Jahya Sidauruk.
''Dari sinilah kebiasaan menyingkat saat menulis pesan dimulai,'' ungkap Annas Hasyim.
''Apa P berasal dari Esia? Trus kemudian mereka bikin merk Esia Hidayah sebagai penebus dosa dari kesalahanya.. Subhanallah,'' teori dari Ibadallah.
''penemu p bukan esia tapi bbm p singkatan dari ping,'' balas Ozzy Bayman.
''Ngetik gapake spasi biar irit gw ngalamin,'' komentar Ricky Aditya Pratama.
''Ini cikal bakal tulisan alay,'' teori baru dari Dian Tridayanti.
''Dari sinilah kebiasaan menyingkat saat menulis pesan dimulai,'' tulis Annas Hasyim.
Itulah iklan Esia SMS Rp 1 per karakter yang viral di Facebook. Apakah benari dari sini cikal bakal orang balas chat singkat bahkan cuma satu huruf saja?
Berita Terkini
-
Mengenal Gauth AI, Bantu Siswa dari Mencari Jawaban hingga Menguasai Pelajaran
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana