hitekno.com - Startup berbasis digital sangat terbantu dengan perkembangan internet yang begitu pesat. Salah satu startup asli Indonesia yang bernama Panen.id berhasil membaca peluang sehingga mereka dapat menghubungkan petani lokal langsung ke konsumen.
Panen.id merupakan sebuah platform yang langsung menghubungkan petani lokal kepada konsumen akhir mereka seperti hotel, restoran, kafe dan catering.
Awalnya, mereka mendirikan startup Panen.id di Bali pada tahun 2017.
Platform tersebut kini juga sudah berkembang di beberapa kota besar termasuk Denpasar, Jakarta dan Yogyakarta.
Panen.id berhasil menggandeng ratusan mitra petani lokal yang tersebar di wilayah pertanian pendukung.
Wilayah pertanian itu mencakup Sidan, Ubud, Sanur, Plaga, Kopeng, dan Bogor. Akhir Maret 2019, mereka berekspansi penuh ke Yogyakarta.
Untuk sementara, pasokan kepada konsumen akhir seperti hotel dan kafe akan ditangani dari petani lokal asal Bali atau Bogor.
Platform situs online itu didirikan oleh Astrid Juanita Stephanie dan Johannes Dwi Cahyo Kristanto.
Keduanya merupakan lulusan dari Food Technology dan Agriculture Industry Universitas Gajah Mada (UGM).
Ide pembentukan Panen.id berawal saat mereka memikirkan begitu panjangnya rantai dagang saat petani lokal menjual produk hingga mencapai konsumen.
Panen.id akan memotong rantai dagang yang sangat panjang itu sehingga mereka bisa menjualnya langsung ke konsumen akhir.
Mereka juga memastikan bahwa daya tawar yang diberikan ke mitra petani lokal akan lebih tinggi jika dibandingkan dengan pasar konvensional.
Daya Tawar Tinggi ke Mitra Petani Lokal
Astrid Juanita Stephanie, selaku pendiri sekaligus CEO dari Panen.id menjelaskan bahwa platformnya akan membeli produk langsung ke petani lokal dengan daya tawar yang tinggi.
Mereka berani membeli produk dari petani hingga 30 persen lebih tinggi daripada harga yang ditawarkan di pasar konvensional.
''Analoginya seperti ini, jika harga tomat adalah Rp 2.000 (hanya sebagai contoh), maka Panen.id bisa membeli produk dari petani 30 persen lebih tinggi yaitu Rp 2.600. Sementara kami akan menawarkan tomat ke hotel 30 persen lebih rendah, misal, biasanya hotel membeli tomat Rp 10 ribu, kita bisa menawarkan 30 persen lebih rendah, yaitu Rp 7.000. Gap yang ada merupakan biaya distribusi, pengiriman, dan penyimpanan gudang dari platform kami,'' kata Juanita kepada tim HiTekno.com.
Membentuk Toko Offline dengan Merek PanenFresh
Johannes Dwi Cahyo Kristanto selaku COO dari Panen.id mengatakan bahwa mereka tertarik ke kota Yogyakarta karena kota ini memiliki banyak wisata kuliner dan tentunya banyak petani lokal yang dapat menyuplai bahan tersebut.
''Kita mulai sekitar 2 tahun yang lalu di Bali. Idenya adalah kita ingin menjual langsung produk petani lokal ke konsumen akhir horeca (hotel restoran catering). Dengan skema B2B (Business to Business) maka petani mendapatkan untung yang lebih besar daripada menjual secara satu kilo dua kilo,'' kata Johannes kepada tim HiTekno.com.
Ia juga menjelaskan dalam skema B2B kadang ada sisa yang dapat dimanfaatkan dari hasil panen.
Misalnya, ketika petani panen 2 ton buah naga namun hotel hanya membutuhkan 1,9 ton, maka akan sisa sekitar 100 kilogram.
Untuk memanfaatkan sisanya, maka mereka juga menjual produk 100 kilogram buah naga tersebut melalui toko offline mereka, Panen Fresh.
Berbagai Prestasi dan Penghargaan Telah Mereka Raih
Di situs resminya, beberapa hotel yang telah bekerja sama termasuk Hotel Santika Seminyak Bali, Fave Hotel, Royal Ambarukmo Yogyakarta, Marriot Yogyakarta dan masih banyak lagi.
Berkat inovasi teknologi dengan memberdayakan petani lokal, Panen.id mendapatkan beberapa penghargaan termasuk Start-up World Cup 2017, SDBT 2016 Kominfo, dan BEKRAF PITCH DAY 2016.
Kendala Saat Awal Berdiri dan Perjalanan
Kebanyakan dari calon mitra petani lokal gagal melalui tahapan quality control yang sudah disepakati sebelumnya.
Cukup sulit, karena pasar menengah ke atas dan sebagian merupakan hotel berbintang, kebanyakan mitra petani gagal di fase inkubasi quality control.
Dari sekitar 10 calon mitra petani lokal, setelah melalui tahap seleksi biasanya hanya terpilih 1 mitra petani lokal.
Astrid mengatakan bahwa sangat sulit mengubah pola pikir yang biasanya tertanam kuat di calon mitra petani lokal.
Mereka akan berusaha mendidik para mitra petani lokal menyiapkan produk dengan jenis yang sesuai pada permintaan pasar pada masa tanam tertentu.
Panen.id akan memastikan jenis produk pertanian apa yang sedang dibutuhkan oleh pasar. Itu memungkinkan produk agar tidak over-supply sehingga harganya pun tidak turun.
Kesulitan lain adalah komitmen dari mitra petani lokal itu sendiri. Bahkan ada satu kasus mitra petani diberikan modal untuk menanam bibit tetapi malah uangnya dibelikan motor.
Untuk itulah, quality control dan pembinaan calon mitra petani lokal dilakukan secara sungguh-sunguh oleh Panen.id.
Keuntungan yang Didapatkan dari Mitra Petani Lokal dan Klien Hotel
Salah satu mitra petani lokal asal Bogor yang bernama Dedy menceritakan bahwa keuntungan mereka bertambah setelah bergabung dengan Panen.id.
Bahkan salah satu komoditas pertanian omsetnya melonjak lebih dari 1.000 persen dalam waktu setahun setelah bergabung dengan platform tersebut.
''Setelah bergabung kesannya lebih terkoordinir dan hasil pertanian kita lebih diperhatikan karena memang pasarnya menengah ke atas. Kalau dibandingkan dengan pasar konvensional, kita mendapatkan harga 30 persen atau bahkan lebih,'' kata Dedy kepada tim HiTekno.com.
''Kendalanya kalau harga turun kita jadi sedih juga. Biasanya itu pas hotel dalam keadaan low. Mau nggak mau kita harus lari ke pasar tradisional agar produk tidak kebuang percuma,'' kata Dedy dalam keterangannya.
Karena quality control yang sangat dijaga, Panen.id juga telah mendapatkan kepercayaan dari hotel berbintang dalam memasukkan produknya.
Safrida, perwakilan purchasing dari B Hotel, mengatakan bahwa Panen.id berhasil membuktikan kualitasnya meski baru berdiri.
Perwakilan hotel bintang empat asal Bali itu mengaku puas setelah melihat produksi hasil pertanian dari Panen.id.
''Dengan usianya yang masih sangat muda, sudah mampu melayani pengiriman sayur dan buahnya untuk hotel-hotel yang cukup besar di wilayah Nusa Dua, Kuta, dan sekitarnya. Kualitas produknya cukup baik,'' kata Safrida dalam keterangannya.
Cara Bergabung dengan Panen.id
Manajer pemasaran dan farmer manajer akan langsung menghubungi calon mitra setelah mengisi biodata di menu tersebut.
Untuk bergabung secara offline, maka calon mitra bisa mengunjungi kantor pusat Panen.id yang beralamatkan di Jalan Gatot Soebroto I Nomor 95, Denpasar, Bali.
Sementara untuk bergabung di wilayah Yogyakarta, calon mitra bisa mengunjungi salah satu tenant Panen.id di Dapur Warna yang beralamatkan di Jalan Kaliurang km 11 Pedak, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta.
Itulah tadi startup Panen.id buatan asli anak bangsa, keren banget ya!
Berita Terkini
-
Registrasi SIM Berbasis Face Recognition Dinilai Berisiko, Pakar Ingatkan Ancaman Privasi dan Penyalahgunaan Data
-
5 Fakta BONDS, Perangkat Pemanas Tembakau dengan Inovasi Teknologi Baru
-
Keamanan Registrasi SIM dengan Face Recognition Masih Dipertanyakan Jelang 2026
-
Pengamat Ingatkan Risiko Face Recognition untuk Registrasi SIM, Operator Diminta Tak Simpan Data Wajah
-
Netflix Adaptasi Tiga Novel Dee Lestari menjadi Original Series