hitekno.com - Siapa sangka pendapatan Telkomsel di 2018 ini turun hingga 4,3 persen dibandingkan setahun sebelumnya. Pencapaian Telkomsel ini senada dengan situasi industri telekomunikasi yang pendapatannya anjlok 7,3 persen.
Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah mengatakan turunnya pendapatan Telkomsel dianggap sebagai pelajaran untuk membenahi diri agar tidak mengalami kejadian serupa di tahun ini dan di masa yang akan datang.
Menurut Ririek, setidaknya ada tiga penyebab yang mengakibatkan turunnya pendapatan industri telekomunikasi.
Pertama adalah kebijakan registrasi kartu SIM. Dengan kebijakan ini, keutungan operator dari penjualan kartu perdana dipangkas habis.
Menurut Ririek, kebijakan ini lumrah mempengaruhi pendapatan operator seluler. Namun, itu hanya dalam jangka waktu pendek.
Dampak positif yang dimaksud Ririek adalah untuk mengurangi aksi penipuan lewat SMS dan telepon yang marak terjadi. Selain itu, operator juga akan bisa mengenali jumlah pelanggan yang loyal kepada operator.
Kedua, jelas dia, kompetisi tarif. Indonesia termasuk negara dengan tarif data termurah. Bagi konsumen, ini menguntungkan untuk jangka pendek.
Tapi dalam jangka panjang, perang tarif justru mengurangi pendapatan dan menguras biaya operasional para operator seluler. Seandainya operator tidak bisa bertahan, layanan kepada konsumen tentunya juga akan memburuk.
"Kalau enggak sustain layanan memburuk atau tutup. Yang rugi masyarakat, mana kala fasilitas tak tersedia," kata Ririek yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI).
Ketiga adalah turunnya layanan legacy (telepon dan SMS). Menjamurnya aplikasi OTT, seperti WhatsApp dan Line, turut berpengaruh pada penurunan pendapatan operator.
Bahkan, 2018 menjadi tahun pertama bagi Telkomsel yang pendapatan dari layanan legacy (SMS dan telepon) menurun.
"Revenue legacy 47 persen, sementara nonlegacy 53 persen. Di akhir kuartal satu 2019, nonlegacy mencapai 61 persen sedangkan legacy 39 persen," tutup Ririek.
Itulah penyebab pendapatan Telkomsel turun di tahun 2018 kemarin. (Suara.com/ Liberty Jemadu).
Berita Terkini
-
Intip Trik Praktis Menyimpan Video YouTube yang Bisa Jadi Pilihan
-
Roadmap 2045 Sri Harjono, Tinggalkan Indikator Pertumbuhan Ekonomi dan Fokus Lapangan Kerja Formal
-
Mengenal Gauth AI, Bantu Siswa dari Mencari Jawaban hingga Menguasai Pelajaran
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia