Hitekno.com - Game Yasuhati merupakan game yang dimainkan dengan menggunakan suara. Pemain game ini hanya perlu menggunakan suaranya untuk bisa menyelesaikan setiap level.
Belum lama ini, game ini menjadi viral lantaran dimainkan dengan menggunakan suara tangisan seorang bocah.
Walaupun tidak sepopuler Mobile Legends atau PUBG, Yasuhati adalah game yang tepat untuk kamu mainkan saat sudah bosan dengan game mainstream tersebut.
Saat memainkan game ini, kamu akan menggunakan sebuah ikon nada berwarna hitam yang hanya akan bergerak jika kamu mengucapkan perintah suara.
Cara bermainnya juga mudah, kamu tidak perlu memberikan perintah seperti 'maju', 'mundur', atau 'loncat', hanya berteriak random saja, ikon yang menjadi karaktermu ini akan bergerak dengan sendirinya.
Metode baru untuk bermain game Yasuhati belum lama ini ditemukan oleh seorang bocah yang asyik menangis dengan suara kencangnya.
Entah karena hal apa, suara bocah yang menutup wajahnya sambil menangis sesenggukkan ini sukses memainkan Yasuhati dengan lancar.
Ikon nada berwarna hitam ini beberapa kali sukses melewati setiap tantangan yang ada tanpa sekali pun jatuh ke lubang.
''Nangis juga berguna..'' tulis caption dalam unggahan tersebut.
Baca Juga:
Mengenal Fitur Gesture Baru pada Android Q, Mirip iOS?
Sayangnya, tidak diketahui apakah bocah ini akhirnya bisa sukses menyelesaikan misi dalam game Yasuhati atau malah gagal. Unggahan ini lalu mendapat komentar beragam dari warganet.
''Abis itu sekampung dateng numpang ngepush juga..'' tulis pemilik akun @alifambara.
''Kalo ini di upload ke youtube, Judul video nya : " cara Menaklukan Scream Go Hero hanya dengan Tangisan'''' tulis @aldiiashaa.
''Nangis yang berguna, kelak kakak mu akan sering membuat mu nangis supaya naik level..'' komentar akun @meyezz.
Jika kamu saat ini sedang memainkan game Yasuhati, trik dari bocah yang suara tangisannya bisa membuat ikon nada ini selamat dari berbagai rintangan game.
Berita Terkait
Berita Terkini
-
3 Digital Marketing Agency Terbaik Indonesia 2026: Era Baru AI-Powered Marketing
-
Kolaborasi Manusia dan Mesin, Local Media Community Gelar Workshop Google AI
-
Registrasi SIM Berbasis Face Recognition Picu Polemik, Publik Soroti Risiko Kebocoran Data Pribadi
-
Registrasi SIM Berbasis Face Recognition Dinilai Berisiko, Pakar Ingatkan Ancaman Privasi dan Penyalahgunaan Data
-
5 Fakta BONDS, Perangkat Pemanas Tembakau dengan Inovasi Teknologi Baru