hitekno.com - Sibuk dengan tanya jawab di Instagram dengan netizen, seorang pria malah ketiban sial. Entah terlalu fokus atau apa, pria ini sampai kepentok portal hingga benjol kepalanya.
Video ini diunggah pertama kali oleh akun @makassar_iinfo pada Selasa (14/5/2019) dan menjadi viral di Instagram. Dalam video tersebut pria ini membuka sesi tanya jawab menjelang sahur.
Mendapat pertanyaan dari netizen, pria ini mencoba menjawab sambil naik motor.
''Kenapa itu laki2 60 persen mau jadi perempuan begitupun sebaliknya jawab ***'' tulis pertanyaan yang diberikan netizen.
Tidak sempat menjawab pertanyaan netizen tersebut, pria ini malah terlanjur alami hal sial. Dirinya malah menabrak portal. Beruntung pria ini masih mengenakan helm di kepalanya.
Sempat pusing karena benturan, pria ini terus merekam dan mengunggah video yang viral di Instagram tersebut.
Sayangnya, ending video ini tidak begitu mengenakan. Kepala pria ini malah benjol dan merah usai benturan yang ia alami.
Mengunggah foto bukti saat kepalanya benjol, pria ini mengaku jika hal tersebut bukanlah rekayasa dan benar terjadi.
''Btw yang koment bilang TOTAL BIKIN VIDEO, kutabrak betuki itu :( bukan anu dibikin-bikin..'' tulisnya beserta foto tersebut.
''Sereceh ini selera humor saya..'' tulis pemilik akun @annarinaziq.
''Video ini bisa anda rasakan :"'' komentar akun @irwannathaan mengaku bisa merasakan benturan tersebut.
''jgn suka main Hp sambil bawa motor nanti kejedot portal..'' ungkap akun @ina.arfi mencoba mengingatkan.
Sejak dibuat, unggahan mengenai pria yang alami hal sial saat tanya jawab di Instagram di netizen ini sudah mendapat 49.755 likes dan 4.180 komentar.
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi