hitekno.com - Virtual Private Network (VPN), ramai setelah Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melakukan pembatasan sementara pada media sosial. Mungkin kamu juga salah satu pemakai aplikasi VPN kemarin?
Pada Mei 2018 kemarin, Kominfo sempat melakukan pembatasan sementara untuk akses media sosial dan chatting untuk melawan penyebaran hoax.
Saat itu, banyak yang mengakali pembatasan sementara tersebut dengan memakai VPN. Dan makin populerlah VPN di kalangan pengguna internet di Indonesia.
Kominfo pun tidak tinggal diam dengan VPN. Setelah populernya pemakaian VPN, Kominfo berencana untuk melakukan kajian untuk perizinan VPN di Indonesia.
"Kalau pun ada aturan, tentang izin, tidak ada larangan," kata Dirjen Aplikasi Informatika Kominfo, Semuel A Pangerapan, saat ditemui wartawan, Rabu (12/6/2019).
Pada saat yang sama para pakar keamanan siber juga memperingatkan publik, bahwa VPN gratis justru bisa berbahaya karena sering dijadikan alat oleh penjahat untuk mencuri data-data pribadi warganet atau untuk menanam program jahat pada ponsel.
"Maka itu, kita kaji regulasi bahwa layanan VPN harus berizin," kata Semuel seperti dilansir Antara.
Layanan VPN merupakan bagian dari internet service provider (ISP) atau penyelenggara jasa internet sehingga izin yang akan digunakan adalah izin ISP.
"Semua ISP pasti punya layanan VPN karena layanan itu tersambung dengan layanan internet lainnya," kata Semuel.
Meski demikian Kominfo belum bisa menargetkan kapan regulasi VPN ini akan berlaku karena saat ini masih dalam tahap kajian. (Suara.com/ Liberty Jemadu).
Tag
Berita Terkini
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media Melonjak 45,1 Persen Sepanjang 2025
-
Peran Penting Identitas Digital Dalam Sistem Akses Terintegrasi Di Asia
-
Mengenal Keunggulan Pippit AI, Sulap Rekaman Video Buram Jadi Jernih