Hitekno.com - Masalah perselingkuhan terkadang menjadi masalah bagi orang-orang yang sedang menjali hubungan, seperti seorang netizen wanita di Taiwan yang menceritakan kisah perselingkuhan temannya ini.
Ia menceritakan dalam salah satu forum populer yang dikenal sebagai DCard tentang bagaimana dia membantu sahabatnya menangkap kekasihnya yang selingkuh dengan menggunakan pelacak kebugaran.
Dalam unggahannya pada 13 Juli tersebut, ia mengatakan bahwa dia telah berteman baik dengan gadis tersebut sejak mereka di sekolah dasar.
Gadis tersebut telah bersama pacarnya sejak mereka masih di sekolah menengah hingga kuliah bersama.
Mereka telah bersama selama tujuh tahun dan hidup bersama selama tiga tahun sampai lulus mereka bekerja bersama.
Singkat cerita ia, saat bulan April lalu, pacar temannya pergi ke wilayah selatan untuk perjalanan bisnis selama satu bulan dan membuatnya merenggang.
Dilansir dari laman Wolrd of Buzz, pacarnya ini selalu sibuk saat dihubungi dan terburu-buru saat mereka dalam panggilan telepon.
Saat pacarnya kembali dari perjalanan bisnis, ia mengetahui pacarnya menggoda gadis lain di internet, namun pacarnya menyangkal hal itu.
Hingga ketika pacarnya melakukan perjalanan bisnis lagi di selatan, ia dan temannya mengikutinya.
Merasa perlu bukti atas perselingkuhan ini, ia menggunakan alat pelacak kebugaran atau smartwatch yang juga digunakan pacarnya dan aplikasi seluler yang dapat berfungsi memantau statistik kesehatan.
Baca Juga:
Asyik Jaga Malam, Satpam Kabur Usai Lihat Penampakan Seram Tapi Kocak Ini
Ia memantau statistik kesehatannya untuk sementara waktu, ia menyadari bahwa jadwal tidurnya teratur tetapi setiap empat hari, dia akan begadang lebih dari jam 12 pagi.
Bisa disimpulkan bahwa ia menghabiskan waktu dan mereka berdua pergi ke apartemen untuk menangkap keduanya berselingkuh.
Persis seperti yang diprediksi, ia melihat keduanya berselingkuh setelah menjalin hubungan dengan temannya selama tujuh tahun.
Netizen yang membaca cerita detektif untuk menangkap perselingkuhan dengan modal jam kebugaran ini merasa kagum dengan keberanian keduanya.
Berita Terkait
Berita Terkini
-
Kolaborasi Manusia dan Mesin, Local Media Community Gelar Workshop Google AI
-
Registrasi SIM Berbasis Face Recognition Picu Polemik, Publik Soroti Risiko Kebocoran Data Pribadi
-
Registrasi SIM Berbasis Face Recognition Dinilai Berisiko, Pakar Ingatkan Ancaman Privasi dan Penyalahgunaan Data
-
5 Fakta BONDS, Perangkat Pemanas Tembakau dengan Inovasi Teknologi Baru
-
Keamanan Registrasi SIM dengan Face Recognition Masih Dipertanyakan Jelang 2026