hitekno.com - Video mengenai beberapa siswa yang khusyuk salat belum lama ini menjadi viral di Twitter usai diunggah @pluviophilec. Sekilas memang biasa, video ini rupanya memiliki ending mengejutkan yang menimpa seorang siswa.
''Ngakak banget Ya Allah'' tulis @pluviophilec dalam cuitan yang ia buat pada Minggu (21/7/2019) lalu.
Dalam video tersebut terlihat lima siswa yang sedang salat dengan khusyuk. Diduga kelimanya sedang melakukan salat di masjid sekolah.
Sedang khusyuk salat sambil dipimpin oleh temannya, siswa yang tidak diketahui identitasnya ini malah mengalami hal mengejutkan hingga mengundang tawa teman-temannya.
Usai sujud, tanpa sengaja kepala siswa ini malah terhantam kerangka jendela masjid yang berada di sisi kanannya. Menghasilkan bunyi yang kencang, seluruh rekan-rekannya yang juga sedang salat dibuat kaget sebelum akhirnya berakhir tertawa melihat nasib sial yang dialami siswa ini.
Menjadi viral di Twitter, banyak yang lalu meninggalkan komentarnya dalam kolom balasan unggahan @pluviophilec tersebut.
''Sengaja aku ulang-ulang biar kepalanya sakit terus :((('' tulis netizen dengan akun @KimThaa__.
''Aku tahu banget rasanya nahan ketawa pas sholat, susah banget, sakit rasanya'' komentar pemilik akun @laharil_.
''Emang paling susah buat nahan ketawa lagi sholat'' ungkap akun @__elsdt.
Untuk menanggapi komentar beberapa netizen yang menuding bahwa video tersebut hanyalah settingan, @pluviophilec mengonfirmasi bahwa kejadian tersebut tidak sengaja terjadi dan terekam kamera.
Hingga artikel ini dibuat, video mengenai siswa yang sedang salat dan alami kejadian mengejutkan ini sudah ditonton sebanyak lebih dari 913 ribu kali dan mendapat 23.185 retweets dari netizen.
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi