hitekno.com - Tingkah laku anak kecil yang masih polos selalu bisa menarik perhatian netizen. Seorang bocah ini berhasil menghibur netizen setelah ia asyik joget kocak sendirian sementara siswa lainnya pada senam.
Sebuah fanspage Facebook bernama Agenda SOLO membagikan video kocak mengenai "kejanggalan" di antara penampilan bocah-bocah kecil yang sedang senam.
Unggahan yang dibagikan berhasil viral di Facebook setelah mendapatkan lebih dari 72 ribu Like dan ribuan komentar.
Sejak seminggu setelah diunggah, videonya telah ditonton 11 juta kali dan dibagikan lebih dari 3.700 kali.
Video memperlihatkan deretan bocah kecil yang memperlihatkan mereka sedang menuruti instruksi gurunya saat senam.
Terlihat memisahkan diri, bocah ini justru melakukan gerakan yang berbeda dibandingkan gerakan senam milik teman-temannya.
Ia justru bergoyang kocak sendirian sambil mengangkat satu tangannya.
Tak hanya itu, dua tangannya kemudian ikut bergoyang mengikuti irama musik.
Di dalam video, sayup-sayup terdengar pengasuh atau ibunya ikut berbicara.
Didengar dari logatnya, kejadian ini kemungkinan berada di daerah Jawa Tengah atau sekitarnya.
Sontak saja, banyak netizen yang terhibur dan memberikan beragam komentarnya.
"Kocak banget, tradisi di satu kelas pasti Ada 1 yang kaya gini," komentar Arya Sentinell.
"Mau seperti apa pun yang namanya anak-anak tingkahnya tetap lucu," tulis Lizz Anna.
"Namanya anak PAUD. Memang betul kita mengarahkan.Tapi gak boleh memaksakan...Dunia anak2..polos apa adanya itu yg bikin saya betah jadi pendidik PAUD," pendapat Nurul Hidayati.
Itulah tadi aksi joget kocak bocah kecil yang sangat menghibur sehingga viral di Facebook, bagaimana pendapat kamu?
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi