hitekno.com - Sempat viral aturan baru Instagram yang bikin panik banyak orang, termasuk selebriti. Bahkan selebriti papan atas, termasuk Agnez Mo mempostingkannya.
Dalam screen capture yang viral ini, menampilkan pesan aturan baru Instagram yang cukup segera diberlakukan oleh platform media sosial ini.
Pasalnya, disebutkan Instagram berhak memakai foto dan data penggunanya. Sehingga banyak orang yang menolak akan aturan baru tersebut dengan mempostingkan pesan ini.
Bahkan dalam screen capture ini disebutkan kalau Instagram dapat memaika foto dan pesan yang sudah dihapus penggunanya sekalipun.
Namun ternyata, kabar mengenai aturan baru tersebut hoaks atau kabar bohong saja. Hal ini dibantah langsung oleh Brand Communications Manager Instagram, Stephanie Otway.
"Tidak ada kebenaran pada posting ini," kata Stephanie Otway kepada WWD.
Pesan ini dalam waktu singkat ramai dan viral di Instagram. Bahkan banyak selebriti ternama dunia ikut mepostingkan pesan tersebut di akun Instagram mereka.
Lalu masih ada Adriana Lima, Eva Longoria, dan Josh Brolin yang sempat mempostingkannya namun akhirnya memutuskan untuk menghapus postingan tersebut dari akun Instagram mereka.
Dari Indonesia tidak kalah ketinggalan ada Agnez Mo yang juga mempostingkan hoaks aturan baru Instagram ini. Ia reposting dari postingan rapper Juicy J.
Meski pesan tadi adalah Hoaks, memang Instagram melakukan pembaruan pada aturan mereka. Namun aturan baru Instagram ini bukan soal pemakaian data pribadi, pesan, dan foto.
Aturan baru Instagram yang diluncurkan terkait pada penanganan bullying dan penghilangan jumlah like pada postinggan penggunanya.
Berita Terkini
-
Intip Trik Praktis Menyimpan Video YouTube yang Bisa Jadi Pilihan
-
Roadmap 2045 Sri Harjono, Tinggalkan Indikator Pertumbuhan Ekonomi dan Fokus Lapangan Kerja Formal
-
Mengenal Gauth AI, Bantu Siswa dari Mencari Jawaban hingga Menguasai Pelajaran
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia