hitekno.com - Mempunyai raut wajah terkejut yang sangat fenomenal, pria ini justru mendapatkan rezeki tersendiri. Wajah pria dengan tampang terkejut justru menjadi fenomenal dan tanpa disadari, wajahnya menghiasi banyak iklan di Indonesia.
Sebuah fanspage Facebook bernama Kementrian Humor Indonesia membagikan unggahan kocak kiriman ulang dari akun bernama Doyok.
Dengan menggunakan caption "Model iklan, tapi spesialisasi dia, spesialisasi wajah kaget", postingan berhasil membuat netizen heboh.
Postingan yang dibagikan berhasil viral di Facebook setelah mendapatkan lebih dari 3.600 Like dan ratusan komentar dari netizen.
Tak sampai satu hari, postingan kocak ini bahkan telah dibagikan lebih dari 500 kali.
Banyak netizen yang memberikan beragam komentar setelah tahu bahwa pria dengan tampang terkejut ini sangat populer menjadi bintang iklan.
"Ga kebayang isi CV-nya dia: sangat berpengalaman menjadi bintang iklan di media cetak khusus ekspresi shock. Hahaha..," komentar Aditya Pratama.
"Luar biasa dia punya bakat. Multi Talenan..," tulis Denbagoez.
"Siapa sih orang ini? Mata, hidung, mulut bisa kompak mengangah gitu," balas Ardhy.
Mempunyai raut wajah yang khas ketika terkejut, mungkin banyak desainer grafis yang menjadikan dia bintang iklan.
Pria yang membuat heboh itu adalah seorang fotografer asal Thailand yang bernama Rachata Teyparsit.
Tak hanya fotografer, di Shutterstock dia mencantumkan "self-model" yang berarti ia berperan juga menjadi model dalam karya fotografinya.
Berikut beberapa iklan yang menampilkan tampang terkejut miliknya sehingga viral di Facebook:
1. Wajahnya ada di baliho yang sempat viral beberapa waktu lalu.
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi