hitekno.com - Ramai demo mahasiswa yang tengah berlangsung membuat potret muda mantan aktivis sekaligus politikus, Fadli Zon viral di Twitter. Yang terbaru, potret muda anggota DPR ini lalu disamakan dengan 3 artis tampan. Menurut kamu, mirip nggak?
Seperti yang diketahui, sebelum kemudian menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat bidang Politik dan Keamanan sejak 2014 lalu, Fadli Zon merupakan seorang mahasiswa Universitas Indonesia yang begitu aktif dalam dunia politik universitas.
Sering kali dirinya tampil mewakili rekan-rekan mahasiswa dan bersuara menyampaikan aspirasi. Seperti nampak dalam potret mudanya, membawa megafon di tangannya, Fadli Zon muda begitu menggebu-gebu saat bersuara.
Tidak diketahui apa yang ia suarakan saat potret tersebut diambil. Namun, potret muda Fadli Zon ini langsung disamakan dengan 3 potret artis tampan ini dan diunggah oleh akun @howtodressvvell pada Kamis (26/9/2019) lalu.
Melihat potret artis tampan ini saat disamakan dengan Fadli Zon saat muda, berikut analisa tim HiTekno untuk kamu.
1. Mungkin sama-sama mengenakan kacamata, Dimas Danang sekilas memang mirip dengan Fadli Zon saat muda ya. Setuju nggak?
''Dimas Danang menangis saat tahu muka di masa tuanya akan seperti Fadli Zon'' tulis akun @elinbiasaaja.
''KENAPA ADA CUCO hahshasksksksks'' komentar akun @dndgita nggak terima.
''Yaa Lord, Nooo.... It's totally different @ardhitoprmn is way much... much cuter than Fadli Zon'' ungkap akun @alieeffputra.
Hingga artikel ini dibuat, cuitan mengenai potret muda Fadli Zon yang disamakan dengan 3 artis tampan ini sudah mendapat 2.804 retweets dan 319 balasan dari netizen.
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi