hitekno.com - Demo mahasiswa tolak RUU yang terjadi seminggu lalu membuat nama Lutfi Alfiandi viral. Tertangkap kamera sedang membawa bendera merah putih di tengah gempuran gas air mata, anak STM ini mencuri perhatian siapa saja.
Sayangnya, baru-baru ini Lutfi Alfiandi ditangkap karena foto viral tersebut. Sempat aktif menggunakan Instagram, pada Kamis (03/10/2019), akun Instagram dengan username @lutfiafiandi_ ini mendadak menghilang.
Potret Lutfi Alfiandi yang membawa bendera merah putih ini diambil oleh seorang fotografer bernama Garry Lotulung saat demo mahasiswa tolak RUU tengah berlangsung. Viral, banyak netizen yang mencari identitas anak STM ini.
Setelah diketahui identitasnya, akun Instagram Lutfi Alfiandi dengan username @lutfiafiandi_ lalu banjir followers.
Namun, kabar mengejutkan datang dari Lutfi Alfiandi. Melalui unggahan @sang_pnakluk pada Rabu (2/10/2019) lalu, terungkap bahwa Lutfi Alfiandi ditangkap oleh pihak kepolisian dengan tuduhan tidak menghormati bendera.
Dirinya ditangkap karena dinilai melecehkan atribut negara yang ia bawa saat demo berlangsung.
Setelah sebelumnya begitu aktif bersuara di Instagram miliknya yang dibanjiri followers baru, akun Instagram anak STM ini dengan username @luftiafiandi_ tiba-tiba menghilang dan tidak bisa ditemukan.
Tidak diketahui dengan pasti penyebab hilangnya akun Instagram milik Lutfi Alfiandi ini. Namun, banyak yang menghubungkan hilangnya akun Instagram dirinya dengan momen saat dirinya ditangkap pihak kepolisian.
Hingga artikel ini dibuat, akun Instagram anak STM yang viral karena fotonya bersama bendera @lutfiafiandi_ masih belum bisa ditemukan.
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi