hitekno.com - Seorang pria dengan akun @yatman_spinache baru-baru ini mengalami hal sial usai dibuat kecewa dengan barang yang ia beli di online shop. Nggak sesuai pesanan, bukannya stiker Airpods, barang yang datang justru membuat pria ini kesal.
Kisah pemilik akun @yatman_spinache ini ia bagikan dalam sebuah thread yang dibuat pada Senin (21/10/2019) lalu dan menjadi viral di Twitter.
Dalam cuitannya, pria ini dibuat bingung dan bertanya-tanya mengenai masalah antara dirinya dan si pemilik online shop hingga ia justru mendapat barang yang tidak sesuai pesanan.
''Seller-nya ada masalah apasi sama gue?'' tulis @yatman_spinache bertanya-tanya.
Bagaimana tidak dibuat kecewa, memesan stiker untuk Airpods miliknya dari online shop, pria ini dibuat terkejut usai menerima barang yang datang. Jauh dari ekspektasi, barang yang datang adalah sebuah kupluk.
Entah karena kesalahan pengiriman atau apa, pria yang ingin membeli stiker Airpods seharga Rp 7.169 ini malah berakhir mendapatkan sebuah kupluk yang ia sebut kupluk nenek-nenek berwarna ungu.
Kekecewaan pria ini rupanya ditanggapi beragam oleh netizen. Banyak yang justru menjadikan kisah ini sebagai hal kocak. Bukan ganti rugi yang ia terima, pria ini malah mendapat berbagai komentar kocak dari netizen.
''YA ALLAH NGAKAKKKKKKKKKKK ASLI SERIUSSSS WOYYYY RAHANG GUE SAKITTT WWKWKWKW'' komentar akun @bucinbighit dibuat tertawa puas.
''Makasih mas, aku terhibur'' ungkap netizen dengan akun @maharanidianp.
Hingga artikel ini dibuat, cuitan dengan akun @yatman_spinache mengenai beli stiker Airpods di online shop ini sudah mendapat 9.817 retweets dan 577 balasan dari netizen.
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi