hitekno.com - Seorang netizen belum lama ini ngamuk-ngamuk usai membeli kertas A4 super murah di online shop seharga Rp 100. Tidak sesuai ekspektasi, netizen ini kesal dengan belanjaan yang baru saja ia beli tersebut.
Diunggah @receh.id di Instagram, unggahan screenshot online shop dan percakapan antara si penjual dan pembeli ini menjadi viral di Instagram dalam waktu singkat.
Nampak dalam screenshot tersebut, online shop di salah satu situs e-commerce ini menjual kertas putih berukuran A4 yang dijual dengan harga super murah yaitu hanya Rp 100.
Tertarik dengan jualan pemilik online shop ini, netizen tersebut lalu berinisiatif untuk membeli kertas yang dijual. Sayangnya, barang yang datang justru tidak sesuai dengan apa yang ia inginkan.
Netizen ini ngamuk-ngamuk usai menemukan barang yang baru saja ia beli. Mengira akan mendapat 1 rim kertas berjumlah 500 lembar, netizen ini justru hanya mendapat 1 lembar kertas yang lecek karena dilipat selama proses pengiriman barang.
''Bang*** gue pikir 1 rim ternyata 1 lembar. F*k sumpah gila banget'' tulis netizen ini melakukan review.
Membalas review jelek yang diterimanya, pemilik online shop lalu dengan tegas menyebut si netizen tidak teliti dan membaca isi kolom deskripsi sebelum membeli barang tersebut.
Lebih lanjut, pemilik online shop heran karena si netizen berharap mendapat 1 rim kertas dengan hanya membayar Rp 100.
''Gunakan kata-kata yang sopan ya. Kamu cuma bayar Rp 100 aja mana ada 1 rim Rp 100. Sudah order nggak masuk akal. Nggak baca deskripsi atau memang kurang kerjaan'' tulis pemilik online shop membalas.
Cukup menjadi viral di Instagram, perdebatan antara netizen dan pemilik online shop terkait kertas Rp 100 yang dijual ini sukses mencuri perhatian para pengguna Instagram.
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi