hitekno.com - Startup Halodoc hadir bukan sekadar aplikasi kesehatan, namun juga sebagai aplikasi konsultasi dokter.
Dengan aplikasi konsultasi dokter ini, bisa bertanya kepada dokter mengenai kesehatan dan banyak hal. Dari kesehatan, gizi, hingga psikologi.
Kemudahan aplikasi Halodoc ini memancing kreativitas seorang mahasiswi. Namun bukan untuk mengatasi masalah kesehatannya.
Melainkan mahasiswi ini memanfaatkan aplikasi konsultasi dokter tersebut untuk bertanya mengenai tugas kuliah.
Dokter yang bertugas pun dengan senang hati membantu mahasiswi ini terkait masalah dan membantu mengerjakan tugas kuliah tersebut.
Kisah masiswi ini terungkap dalam sebuah screen capture yang viral di Twitter setelah diunggah @collegemenfess.
Jelas saja kisah cerdik mahsiswi memanfaatkan aplikasi Halodoc ini menarik perhatian netizen hingga viral di Twitter.
Ia bertanya kepada sang dokter yang bertugas, apakah ketaatan sama dengan kepatuhan atau obdiencel. Dokter ini pun dengan senang membantu mahasiswi tersebut.
Melihat kecerdikan mahasiswi ini, netizen pun ramai memberikan komentarnya kisah aplikasi konsultasi dokter ini viral di Twitter.
"kayanya gara2 tweet ini halodoc berubah jadi brainly" tulis @wafflepuffff.
"Akuntansi gada yg gini juga apknya?," iri @panggilajadewik.
"Mau download... tapi lupa kalo gue anak sastra :( yakali mau nanya soal linguistik" sedih @senarsungjin.
"Aku juga pernah kaya gini pas smt.2, karena udh stuck banget wkwk sampe dokternya tau kalo yg aku tanyain tuh emang buat tugas, terus dia bilang 'kalo untuk tugas lebih baik cari referensi lain'" pengalaman @positivaaz.
"Baik banget dokternya, gua dulu nanya yang reply malah bot" tangis @mofaizzall.
Itulah kisah cerdik mahasiswi gunakan aplikasi konsultasi dokter untuk mengerjakan tugas kuliah. Nampaknya makin populer saja aplikasi Halodoc ini.
Tag
Berita Terkini
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media Melonjak 45,1 Persen Sepanjang 2025
-
Peran Penting Identitas Digital Dalam Sistem Akses Terintegrasi Di Asia
-
Mengenal Keunggulan Pippit AI, Sulap Rekaman Video Buram Jadi Jernih