hitekno.com - Netizen Twitter baru saja dibuat ngakak dengan penjualan sedotan bambu yang deskripsi produknya begitu sarkas. Langsung saja saat unggahan screenshot ini viral di Twitter, banyak netizen yang mencoba melaporkan hal ini pada sosok Susi Pudjiastuti.
Unggahan mengenai deskripsi sedotan bambu ini diunggah oleh @kowalskuyy pada Rabu (4/12/2019) lalu hingga menjadi viral di Twitter dalam waktu singkat.
"Bang*** deskripsinya" tulis cuitan akun @kowalskuyy.
Seperti yang diketahui, beberapa waktu belakangan ini, kampanye untuk berhenti menggunakan sedotan plastik marak dilakukan. Hal ini karena beberapa kasus pencemaran lingkungan yang melibatkan beberapa hewan laut.
Sebut saja seperti sedotan plastik yang masuk ke hidung seekor penyu, hingga beberapa ikan yang tewas karena perut berisi kantong plastik. Isu-isu lingkungan ini yang lalu membuat banyak gerakan untuk menghentikan penggunaan sedotan plastik.
Nampak dalam screenshot tersebut, sebuah coffee shop menjual sedotan bambu dalam usaha menjaga lingkungan. Uniknya, deskrispi produk tersebut begitu mencuri perhatian.
Sedotan bambu yang dijual Rp 5.000 ini disebut oleh si penjual baik digunakan agar binatang laut tersedak bambu, dan bukan plastik.
"Agar binatang laut tersedak bambu, bukan plastik" tulis deskripsi sarkas tersebut.
"Bu maafin :( @susipudjiastuti" tulis netizen dengan akun @PolJokesID.
"Bu Susi menangis melihatnya @susipudjiastuti" komentar akun @apocalypxxe.
"@susipudjiastuti bu bagaimana ini?" ungkap pemilik akun @Xxyberry.
Menjadi viral di Twitter, unggahan mengenai penjual sedotan bambu yang tulis deskripsi sarkas ini sudah mendapat 7.003 retweets dan 130 balasan netizen.
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media Melonjak 45,1 Persen Sepanjang 2025