hitekno.com - Youtuber Indonesia ternama, Atta Halilintar sedang riang gembira karena channel YouTube miliknya tembus 20 juta subscriber.
Dengan 20 juta subscriber, berapa pendapatan Atta Halilintar melalui YouTube? Pastinya akan lebih banyak dibanding dulu.
Menurut Social Blade, channel YouTube nomor 1 dalam jumlah subscriber ini meraup pendapatan yang sangatlah fantastis.
Selain itu, ramai bayi aneh di India yang disebutkan memakan usus ibunya. Saking aneh penampakannya, hingga disebut bayi alien.
Kabar ini tersebar di media sosial bahkan sampai Indonesia. Kehebohannya diiringi dengan beredarnya video bayi alien ini.
Yuk simak berita populer selengkapnya.
1. Curhatan Driver Ojol Dapat Customer Tak Seusai Ekspektasi, Nyesel Ngambil
Sebuah fanspage Instagram bernama @drama.ojol membagikan postingan mengenai curhatan driver ojol yang merasa malu dan menyiratkan kekesalannya setelah ia melayani seorang customer.
Postingan yang dibagikan membuat netizen heboh setelah berhasil mendapatkan lebih dari 800 Like dan puluhan komentar dari netizen.
2. Cek Fakta: Heboh Bayi Alien Menyeramkan Memakan Usus Ibunya, Benarkah?
Kabar ini tersebar di media sosial bahkan sampai Indonesia. Kehebohannya diiringi dengan beredarnya video bayi alien ini.
Dalam video yang beredar, nampak seorang bayi dengan kondisi yang tak wajar. Dengan kulit kekuningan pecah-pecah, mata dan mulut merah.
3. Tembus 20 Juta Subscriber, Segini Pendapatan Atta Halilintar dari YouTube
Dengan 20 juta subscriber, berapa pendapatan Atta Halilintar melalui YouTube? Pastinya akan lebih banyak dibanding dulu.
Menurut Social Blade, channel YouTube nomor 1 dalam jumlah subscriber ini meraup pendapatan yang sangatlah fantastis.
Diperkirakan pendapatan Atta Halilintar dari chann YouTube ini antara 16,2 ribu dolar AS hingga 259 ribu dolar AS perbulannya.
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi