Sabtu, 07 Desember 2019
Agung Pratnyawan : Minggu, 01 Desember 2019 | 14:15 WIB

Hitekno.com - Cashless makin banyak digemari, karena kemudahannya. Bahkan kamu bisa memberi uang kepada pengemis secara transaksi digital.

Teknologi transaksi digital ini sudah digunakan oleh beberapa pengemis di China. Mereka telah bisa menerima transaferan melalui WeChat.

Para pengemis China ini telah membawa kalung berupa QR Code yang jika di scan menggunakan aplikasi WeChat, kamu bisa transfer uang ke dia.

Jika ketemu pengemis China dengan QR Code ini, kamu tidak bisa lagi beralasan tak punya uang receh untuk memberikannya.

Kamu tinggal scan QR Code dia dengan WeChat, talu transfer sesuai nominal yang kamu inginkan kepada pengemis ini.

Pemakaian transaksi digital oleh pengemis China ini bukan hal baru. Sejak pertengahan 2019 kemarin mulai marak digunakan.

Namun belum lama ini kembali ramai, setelah seorang netizen mengunggah kisahnya bertemu pengemis China dengan QR Code tersebut.

Pengemis China terima transaksi digital. (Facebook/ Fazil Irwan)

Melalui akun Facebook Fazil Irwan, netizen ini menceritakan soal pengemis di China yang menerima transaksi digital.

Dalam postingan yang viral di Facebooko, ia menceritakan pengalamannya saat berada di China yang segala pembayarannya cashless.

"Dalam posting saya sebelumnya, saya berbicara tentang bagaimana hampir semuanya transaksi melalui WeChat di China," tulis Fazil Irwan.

"Kebetulan beberapa teman kami pergi makan malam dan seorang pengemis di jalan meminta uang. Salah satu teman kami mengatakan kepada pengemis bahwa dia tidak punya uang tunai." lanjutnya.

"Pengemis itu berkata tidak apa-apa, Anda dapat membayar melalui WeChat. Dan itulah yang dia lakukan," pungkasnya dalam kisah yang viral di Facebook ini.

Jelas saja kisah memberi uang ke pengemis lewat transaksi digital melalui WeChat ini menarik perhatian netizen.

Karena dengan teknologi ini, mereka yang tak mau memberikan uang kepada pengemis tak bisa lagi berkilah tak punya uang receh.

Apa jadinya jika teknologi transaksi digital pengemis China ini diterapkan di Indonesia?