Hitekno.com - Kontes kecantikan Miss Universe 2019 kini yang baru saja digelar ini tuai komentar dari netizen usai disiarkan di salah satu stasiun televisi di Indonesia.
Tak ingin kena tegur, stasiun televisi swasta tersebut menyensor baju para kontestan secara berlebihan.
Dalam unggahan milik @KrisnaERLG di Twitter, ia mengunggah salah satu peserta sedang di atas panggung.
Entah baju apa yang dikenakan oleh para peserta ini namun pihak stasiun televisi mesensor sepenuhanya gaun yang dikenakan peserta asal Indonesia, Frederika Alexis Cull.
Hal ini memicu komentar netizen, pasalnya bukannya terlihat cantik dan anggun dengan gaun yang dikenakan, para peserta ini nampak seperti mengenakan kardus di atas panggung.
Tentu saja hal ini menjadi perdebatan dan komentar yang beragam dari netizen di Twitter.
@bmgemuk ''Justru yang sensor begini anak kecil mikirnya engga2,pihak tv sampe segitunya ya ampun dah''
@wahyu_santuy ''Dripada disensor gtu mnding g usah di beritain...''
@Zarry_april ''Acara beritanya namanya Fokus, tp gambarnya gak fokus''
Baca Juga:
Chimera, Makhluk Campuran Babi dan Monyet Ciptaan Ilmuwan China
@Na_Na_Na_Na25 ''Apaqa itu trend fashion terkini di indo''
@Mengkoson ''ampe sgitux tv +62''
Bahkan salah satu netizen membuatkan meme dari sensor tersebut. Netizen menambahkan tag ''Polisi'' layaknya tmeng polisi yang selama ini digunakan tameng untuk demo.
Unggahan gaun perwakilan Puteri Indonesia yang disensor oleh pihak televisi di ajang Miss Universe 2019 ini viral di Twitter dengan mendapatkan lebih dari 1,7 ribu retweets dan 1,2 ribu likes.
Berita Terkait
Berita Terkini
-
Kolaborasi Manusia dan Mesin, Local Media Community Gelar Workshop Google AI
-
Registrasi SIM Berbasis Face Recognition Picu Polemik, Publik Soroti Risiko Kebocoran Data Pribadi
-
Registrasi SIM Berbasis Face Recognition Dinilai Berisiko, Pakar Ingatkan Ancaman Privasi dan Penyalahgunaan Data
-
5 Fakta BONDS, Perangkat Pemanas Tembakau dengan Inovasi Teknologi Baru
-
Keamanan Registrasi SIM dengan Face Recognition Masih Dipertanyakan Jelang 2026