hitekno.com - Selebgram, Tasya Farasya baru-baru ini memberikan edukasi mengenai bahaya sembarang terima endorse yang sering dilakukan selebgram. Buntut dari edukasi tersebut, seorang netizen belum lama ini berbagi kisah mengenai kebiasaannya menggunakan skincare abal-abal yang membuatnya kena kanker kulit.
Sebelumnya, melalui Insta Story di akunnya, Tasya Farasya mengingatkan para selebgram yang menerima berbagai produk abal-abal dalam proses endorse. Menurutnya, hal ini dapat berdampak buruk untuk followers yang gampang percaya dan ikut menjajal produk tersebut.
Entah karena ikut termakan endorse selebgram atau bukan, seorang netizen baru-baru ini membagikan kisahnya yang sering membeli skincare abal-abal yang dibanderol dengan harga murah.
Produk yang murah ini rupanya memberikan efek buruk pada kulitnya. Yang awalnya bruntusan dan jerawatan, lama-lama menjadi meradang hingga kemudian berubah menjadi melepuh.
Beberapa liptint murah ala Korea yang dijual tanpa brand atau bahkan skincare dengan harga Rp 100.000 juga perlu diwaspadai. Dirinya juga meminta agar lebih teliti melihat ingredients pada produk masing-masing sebelum menggunakan.
''Jangan lihat dari review-review dari YouTube, Snapgram artis dan lain-lain. Thats not true,'' tulis netizen ini.
Netizen ini juga menjelaskan mengenai penyakit yang saat ini menyerangnya. Dirinya mengaku kena kanker kulit stadium awal karena kebiasaan buruknya ini.
''Masih banyak kok cara mau ngerawat tubuh, gak harus beli brand ini itu berujung KW :( tradisional masih manjur bisa dipraktekin juga lebih aware ya teman-teman'' tulis netizen dengan akun @incessays.
Semoga kisah netizen yang sering pakai produk skincare abal-abal ini menjadi pelajaran untuk siapa saja, terkhusus kamu yang suka termakan endorse para selebgram.
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi