hitekno.com - Seorang karywan Google yang sudah bekerja selama 11 tahun memutuskan untuk meninggalkan jabatannya sebagai kepala hubungan internasional bulan April lalu dan memberikan pernyataan mengejutkan mengenai sistem kerja di sana.
Pada wawancara Kamis lalu, mantan eksekutif Google, Ross LaJeunesse menuduh perusahaan raksasa pencarian tersebut mendorongnya keluar dari perusahaan.
Dilansir dari laman nypost.com, Google mendorongnya keluar dari perusahaan usai kritik panjang tentang hak asasi manusia di Tiongkok.
Menurutnya Google hanya mengejar keuntungan saja.
Tahun 2010 lalu, Ros LaJeunesse masuk daam pelopor keputusan Google untuk berhenti menjalankan bisnis di China.
Tetapi belakangan, ia merasa khawatir saat mengetahui Google mulai mengembangkan mesin pencarian yang baru untuk China.
Dikhawatirkan pusat AI Google akan memberi akses teknologi canggih tersebut ke Partai Komunis.
Ross benar-benar terkejut dan tak lagi memiliki kemampuan untuk memengaruhi banyak produk yang sedang dikembangkan oleh perusahaan.
Kini proyek rahasia tersebut secara resmi dihentikan oleh Google pada Juli 2019 lalu. Juru bicara perusahaan mengatakan bahwa Google tak lagi punya rencana untuk merilis mesin pencarian yang baru untuk pengguna di China.
Berita Terkini
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media Melonjak 45,1 Persen Sepanjang 2025
-
Peran Penting Identitas Digital Dalam Sistem Akses Terintegrasi Di Asia
-
Mengenal Keunggulan Pippit AI, Sulap Rekaman Video Buram Jadi Jernih