hitekno.com - Sebuah video belum lama ini menarik perhatian netizen dengan menampilkan sesosok nelayan. Sosok nelayan dalam video yang viral di media sosial ini membuat salut netizen.
Dalam rekaman video tersebut memperlihatkan seorang pria yang melakukan gerakan salat di atas perahu bercadik.
Video tersebut memperlihatkan sang nelayan yang memakai baju putih garis hitam melakukan gerakan takbiratul ihram. Setelah itu ia terlihat membungkukkan badan.
Pria yang diduga berprofesi sebagai nelayan ini tak lupa menjalankan ibadah salat meskipun dirinya tengah berada di laut. Momen saat sang nelayan yang menjalankan salat direkam oleh kamera warga hingga viral di media sosial.
Video nelayan pria yang belum diketahui identitasnya ini diunggah oleh akun @makassar_iinfo di Instagram pada Selasa (7/1/2020). Rekaman tersebut itu ditambahi dengan narasi seperit berikut.
"Sesibuk apapun jangan lupa kewajibanmu. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: Dunia dibandingkan akhirat hanya seperti salah seorang di antara kalian yang memasukkan jari tangannya ke dalam lautan. Perhatikan apa yang ia dapatkan dari air yang masih menempel di jarinya. Itulah dunia."
Pantauan HiTekno.com, Rabu (8/1/2020), video itu telah disaksikan lebih dari 130 ribu kali oleh netizen pada Rabu (8/1/2020). Ada hampir 300 komentar di sana.
"Contoh yang patut ditiru," tulis @hrl_septian
"Tertamparlah anak muda yang kerjanya hanya tiduran, jalan gak jelas tapi salat masih bolong," komentar @iindahh9.
"Allahuakbar, Masya Allah," komentar dari @dewikhaerani525.
Itulah video nelayan yang salah meski berada di tengah laut. Setelah bikin salut netizen, video ini makin viral di media sosial. (Suara.com/ Rifan Aditya).
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi