hitekno.com - Bagi beberapa oknum, coretan di dinding rupanya tidak bisa dianggap sebagai coretan biasa. Yang jarang disadari, coretan-coretan di dinding ini diduga menjadi kode lokasi incaran maling lho.
Dibagikan oleh akun @jawafess dan menjadi viral di Twitter pada Minggu (12/1/2020), setidaknya ada 5 kode rumah atau lokasi ini adalah incaran maling.
"Sekedar berbagi info lur" tulis netizen dengan akun @jawafess.
Menurut unggahan netizen ini, jika kamu menemukan kode berbentuk 'X' dan memiliki warna merah pada dinding rumah, kantor, atau lokasi tertentu, kode 'X' memiliki arti bahwa lokasi tersebut memiliki penjaga.
Berbeda jika tulisan yang dibuat adalah kode 'X' dengan warna putih, maka lokasi tersebut tidak memiliki penjaga.
Namun, jika kamu menemukan coretan dinding dengan kode 'PA', hal tersebut berarti bahwa lokasi tujuan si maling sedang dalam kondisi aman dan dapat dengan mudah menjadi target.
Kode berikutnya biasanya terdiri dari 3 angka yang dibuat dengan pilox berwarna merah. Kode paling umum yang dipakai adalah '524' yang berarti bahwa tindakan kriminal ini akan dilakukan pukul 05.00 dan berlangsung selama 2 jam.
Biasanya, kode lokasi incaran yang dibuat oleh sekelompok maling akan seperti berikut ini 'PAB2 524 STRONG' yang berarti bahwa lokasi tersebut aman dan siap untuk dilakukan aksi kejahatan.
Kode 'PA', 'B2' sebagai alamat rumah incaran, '524' waktu tindakan dilakukan, dan 'Strong' yang menandakan bahwa lokasi tersebut aman.
Tidak diketahui dengan pasti mengenai kebenaran kode yang diduga menunjukan lokasi incaran maling ini. Namun, tidak salahnya untuk menjadi lebih waspada ke depannya.
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi