hitekno.com - Pendiri dan CEO Amazon, Jeff Bezos menjadi salah satu orang terkaya di dunia. Bahkan kekayaan bos Amazon ini bertambah seiring waktu.
Menurut HiTekno.com kutip dari Business Insider, Jeff Bezos baru saja menyumbangkan 1 juta dolar Australia atau sekitar Rp 9,4 miliar.
Bos Amazon menyumbang untuk membantu para korban kebakaran hutan di Australia. Seperti diketahui, Australia sedang dilanda bencana kebakaran.
Namun besar sumbangannya ini masih tak seberapa dibandingkan penghasilannya. Bahkan tak sebanding dengan penghasilannya dalam sehari.
Menurut data 2018, kekayaan Jeff Bezos bisa bertambah 690 ribu dolar AS dalam semenit. Atau setara dengan Rp 9,4 miliar seperti yang dia sumbangkan.
Jika merujuk data ini, dalam semenit saja bos Amazon ini bisa menghasilkan Rp 1,8 miliar hanya dengan bengong tanpa melakukan apa-apa.
Karena penghasilan sebesar ini, Jeff Bezos mendapatkan banyak kritikan ketika menyumbang korban kebakaran hutan Australia.
Masih kalah juga dibandingkan dengan sumbangan 1 juta dolar AS dari Kylie Jenner untuk korban kebakaran hutan Australia.
Apa yang disumbangkan bos Amazon hanya setara dengan peningkatan kekayaannya selama 5 menit pada 2018 yang lalu.
Menurut data terbaru, kekayaan Jeff Bezos sendiri telah mencapai 130,5 miliar dolar AS, atau setara dengan Rp 1.830 triliun.
Dengan sumbangan ke korban kebakaran hutan Australia yang banyak dikritik, bukan berarti ia jarang menggelar kegiatan amal dan membantu yang kesusahan.
Pendiri dan CEO Amazon ini menggelar Bezos Day One Fund yang memberikan perhatian kepada anak-anak dari keluarga miskin.
Bezos Day One Fund juga telah menggelontorkan dana dari 2,5 juta hingga 5 juta dolar AS untuk membantu keluarga miskin mendapatkan rumah.
Itulah kritikan tajam pada Jeff Bezos, bos Amazon yang punya penghasilan besar tiap menitnya. Bagaimana pendapatmu?
Berita Terkini
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media Melonjak 45,1 Persen Sepanjang 2025
-
Peran Penting Identitas Digital Dalam Sistem Akses Terintegrasi Di Asia
-
Mengenal Keunggulan Pippit AI, Sulap Rekaman Video Buram Jadi Jernih