hitekno.com - Kasus kekecewaan dengan makanan yang dibeli di aplikasi ojek online sepertinya tidak kunjung usai. Kembali terjadi, seorang netizen dibuat kecewa dengan makanan yang baru saja ia beli melalui aplikasi ojol.
Kejadian tidak menyenangkan yang menimpa netizen ini diunggah oleh @FOODFESS2 pada Senin (13/1/2020) lalu dan menjadi viral di Twitter.
Netizen yang tidak diketahui identitasnya terbuai promo dan memesan satu hotang berukuran besar. Tadinya, makanan ini dijual dengan harga Rp 18.000, karena mendapat promo, harga makanan ini berubah menjadi Rp 4.600.
Siapa saja tentu memiliki ekspektasi tinggi dengan hal yang ia pesan secara online. Hal yang sama juga dialami oleh netizen ini. Apalagi foto makanan ini di aplikasi ojek online begitu menggugah selera makan.
Sayangnya, sesaat setelah makanan ini tiba di lokasi pengantaran, si netizen langsung kecewa dengan hal yang ia dapati.
Hotang tersebut benar berukuran besar, namun kentang yang bisa ia temui dari snack ini total hanya 3 potong. Makanan ini terisi penuh dengan tepung yang membuatnya nampak berukuran besar.
"Sedih banget, yang datang beda jauh dari yang digambar. Kentangnya cuma 3 biji hehehe yaudah lah ya, namanya promoan" tulis cuitan tersebut.
"Itu kentangnya kayak ga niat jadi kentang" tulis netizen dengan akun @kittendvzt.
"Tapi ya ga sedih Rp 4.000 doang ga berharap apa-apa, kalau aku sih wkwkwk biarpun pas datang pasti aku ngakak terus" komentar akun @tytreks.
"Semurah-murahnya tapi ini parah banget sih" ungkap pemilik akun @nanutcomelll.
Menjadi viral di Twitter, unggahan mengenai makanan yang dibeli di aplikasi ojol tapi jauh dari ekspektasi ini sudah mendapat 1.653 retweets dan 896 balasan dari netizen.
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media Melonjak 45,1 Persen Sepanjang 2025
-
Peran Penting Identitas Digital Dalam Sistem Akses Terintegrasi Di Asia