hitekno.com - Ditemukannya plastik di tubuh hewan laut memang bukan hal mengejutkan, kasus ini beberapa kali terjadi. Baru-baru ini, seorang pria mengaku menemukan banyak sampah plastik dalam tubuh cumi-cumi yang akan ia masak.
Diunggah akun @TalkinAndy pada Sabtu (18/1/2020) lalu, unggahan ini menjadi viral di Twitter dalam waktu singkat seusai diunggah.
Nampak dalam cuitan tersebut, netizen ini tengah sibuk membersihkan cumi-cumi yang akan segera ia masak. Betapa kaget dirinya saat kemudian menemukan banyak sampah plastik dalam tubuh cumi-cumi ini.
Pria ini ternyata terkejut dan menyadari mengenai bagaimana keadaan laut Indonesia yang tercemar hingga dapat ditemukan sampah plastik di tubuh hewan laut.
''Kegiatan hari ini adalah menghitung mencabut plastik dari cumi sebelum dimasak. Astaga beginilah keadaan hasil laut kita'' tulis @TalkinAndy.
Menurut beberapa netizen, hal tersebut bukanlah sampah plastik, melainkan merupakan endoskeleton atau tulang dalam dari cumi-cumi. Sekilas, bentuk tulang dalam ini mirip dengan sampah plastik.
''Endoskeleton aka tulang dalam. Ya Allah baca reply-nya masih ada yang ngira itu plastik beneran'' tulis netizen @dinalativa.
Walaupun begitu, ada juga netizen yang percaya bahwa yang berada dalam tubuh cumi-cumi tersebut adalah sampah plastik.
''Setelah penyu sekarang gantian cumi memakan sampah plastik di laut. Makanya kurangi penggunaan plastik'' tulis @RobbyIrawan memberi saran.
Sempat membuat banyak netizen salah tangkap dan mengira jika dalam tubuh cumi-cumi ini adalah sampah plastik, unggahan @TalkinAndy ini sudah mendapat 1.506 retweets dan 489 balasan dari netizen.
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi