hitekno.com - Anti virus Avast salah satu yang populer dan banyak digunakan, namun kamu harus menyadari sepertinya antivirus ini tak menghargai privasi dengan menjual data penggunannya termasuk kebiasan membuka situs porno.
Investigasi yang dilakukan Motherboard dan PCMag ini menemukan bahwa Avast telah menjual data pengguna ke perusahaan luar.
Dilansir dari laman Ubergizmo, lebih spesifiknya lagi, bukan Avast yang menjual secara langsung melainkan anak perusahaan yang dikenal dengan nama Jumpshot.
Berdasarkan dokumen internal yang dikelola Motherboard dan PCMag, diketahui perangkat lunak Avast melacak pengguna dan aktivitas online mereka bahkan klik mereka.
Sebelumnya Avast mengatakan pada pengguna yang memilih untuk berbagi data bahwa data yang mereka kumpulkan telah di-identifikasi.
Tapi menurut PCMag, hal tersebut tak sepenuhya benar, pasalnya fakta bahwa aktivitas pengguna yang dilacak sangatlah detail sehingga hampir unik untuk setiap pengguna.
Bahkan kebiasaan pengguna membuka situs porno juga masuk dalam data yang dibocorkan.
Contoh lain adalah satu klik yang dilakukan bisa diketahui bahwa pengguna membeli sesuatu dari Amazon jam berapa dan tanggal berapa.
Hal ini yang berarti tak akan sulit bagi Amazon untuk mencari tahu target pasarnya siapa saja, bahkan jejak digital kebiasaan pengguna yang memalukan membuka situs web porno.
Berita Terkini
-
Mengapa Video Instagram Tidak Selalu Bisa Diunduh? Ini Penjelasan Teknisnya
-
Intip Trik Praktis Menyimpan Video YouTube yang Bisa Jadi Pilihan
-
Roadmap 2045 Sri Harjono, Tinggalkan Indikator Pertumbuhan Ekonomi dan Fokus Lapangan Kerja Formal
-
Mengenal Gauth AI, Bantu Siswa dari Mencari Jawaban hingga Menguasai Pelajaran
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger