Senin, 21 September 2020
Agung Pratnyawan : Selasa, 11 Februari 2020 | 14:55 WIB

Hitekno.com - Beredar video yang mengklaim puluhan pasien virus corona kejang-kejang. Video viral ini diunggah oleh akun Facebook Aneuk Ranto pada Rabu, 29 Januari 2020.

Rekaman itu berjudul "Kematian di cina semakin meningkat akibat virus Corona". Aneuk Ranto memberi narasi: "Mudah mudahan kita dijauhi oleh ALLAH SWT dari virus Corona yang berbahaya ini,amin".

Dalam video berdurasi 9 detik itu, terlihat sejumlah orang berkumpul di halaman gedung. Tubuh mereka tampak seolah kejang-kejang.

Saat tangkapan layar diambil, unggahan tersebut sudah dibagikan 17.612 kali. Lebih dari 1.600 komentar dan 1.700 likes diberikan warganet di sana.

Benarkah video viral tersebut menunjukkan puluhan pasien virus corona yang kejang-kejang?

CEK FAKTA: Benarkah Puluhan Pasien Virus Corona Kejang-kejang? (turnbackhoax.id)

Penjelasan

Berdasarkan hasil penelusuran dan cek fakta turnbackhoax.id --jaringan Suara.com, video yang diunggah akun Facebook Aneuk Ranto tidak berhubungan dengan virus corona. Video asli telah diunggah ke aplikasi TikTok oleh akun damiangelsenhuys.

Akun damiangelsenhuys pernah mengunggah video serupa sebanyak tiga kali. Dua di antaranya diunggah pada 28 Januari 2020, sementara yang lain di-upload pada 29 Januari 2020.

Dalam unggahan pertamanya, akun damiangelsenhuys (Gaming Snek) menuliskan judul "Bomskok", istilah dalam bahasa Afrika yang berarti "kaget".

Akun ini juga menjelaskan di kolom komentar: "Guys it was anisiation (initiation) we had no bad things happening" artinya "Teman-teman ini adalah inisiasi tidak ada hal-hal buruk yang terjadi".

Penjelasan video yang mengklaim pasien virus corona kejang-kejang (turnbackhoax.id)

Selain itu, logo kepala ular dari kaos hitam yang dipamerkan dalam foto profil akun damiangelsenhuys, berhasil ditelusuri oleh AFP.

Itu merupakan logo Lowveld Venom Suppliers, sebuah perusahaan yang fokus dalam penanganan dan pendidikan ular di Mpumalanga, Afrika Selatan.

AFP berhasil menghubungi manajer sukarelawan Lowveld Venom Suppliers, Andrew Geldenhuys.

Dihubungi oleh AFP, Andrew mengkonfirmasi ia adalah ayah Damian, pemilik akun TikTok yang mengunggah video viral tersebut.

Andrew mengatakan bahwa rekaman itu menunjukkan kegiatan inisiasi di sebuah sekolah menengah dan tidak ada hubungannya dengan virus Corona.

"Kegiatan itu disebut bomskok. Mereka diminta untuk berpura-pura sedang berada di tengah-tengah bom yang meledak atau gempa bumi. Mereka pun harus mengguncangkan tubuh mereka," kata Andrew kepada AFP.

Menurut Andrew, video itu direkam sekitar 28 Januari 2020 di sekolah putranya di Gauteng, Afrika Selatan.

Dia meminta AFP untuk tidak menyebut nama sekolah yang bersangkutan untuk melindungi privasi anaknya.

AFP telah melacak sekolah itu dan menemukan bahwa seragamnya memang sama dengan yang dikenakan oleh para siswa dalam video tersebut.

Kesimpulan

Video itu adalah video kegiatan inisiasi di sebuah sekolah menengah di Gauteng, Afrika Selatan yang direkam sekitar 28 Januari 2020.

Jadi, konten yang disebarkan oleh akun Facebook Aneuk Ranto termasuk dalam konten yang salah atau false context.

Itulah hasil cek fakta video yang mengklaim pasien virus corona kejang-kejang yang ternyata salah atau false context. (Suara.com/ Rifan Aditya).