hitekno.com - Tingkah laku bocah yang begitu polos dan menggemaskan biasanya dapat menarik perhatian netizen. Sebuah pemandangan mengenai seorang bocah yang hanya ingin dipeluk ini membuat netizen merasa terenyuh.
Akun Twitter bernama @RomaanPicisan membagikan unggahan video mengenai interaksi seorang kakak dan adiknya yang sedang menangis.
Video yang dibagikan berhasil viral di Twitter setelah mendapatkan lebih dari 36 ribu Retweet dan 56 ribu Like.
Ribuan netizen juga ikut berkomentar serta ikut merasa ingin dipeluk ketika mereka bersedih.
Dalam video, terlihat seorang bocah perempuan cilik yang menangis hebat.
Si bocah cilik tersebut bahkan membalas genggaman tangan dengan sebuah pukulan pada kakaknya.
Namun saat langsung dipeluk, bocah perempuan cilik itu langsung terdiam meski sebelumnya menangis hebat.
Banyak netizen yang menghubungkan reaksi pelukan sebagai obat manjur dalam menenangkan hati saat gundah gulana.
Beragam komentar diberikan oleh netizen setelah melihat video bocah perempuan cilik yang menggemaskan tersebut.
"Pelukan emang seajaib itu, makanya kalo lagi sedih, kecewa sampe nangis, kadang bukan kalimat 'sabar ya, udah jangan nangis' yang diharapkan. Diem aja udah, tapi sambil meluk... aw malu banget," komentar @Anggranvta.
"Gua nangis kayak gini, malah makin digeplak sama abang gue," balas @pancakeee__.
"Cute banget adiknya. Aku juga pengen dipeluk kayak gitu," cuit @farizafahira.
"Abangnya sweet banget. Pengen bisa kayak gitu lagi juga (emoticon terharu). Sampai nangis gue," kata @sayangkamuudeh.
Itulah tadi video viral di Twitter mengenai seorang bocah perempuan cilik yang hanya ingin dipeluk, bagaimana pendapat kamu?
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi