hitekno.com - Stiker atau filter yang kini populer di media sosial baik Instagram mupun Facebook makin banyak digemari penggunannya. Namun kamu harus memeriksa kembali filter tersebut saat akan melakukan live melalui Facebook untuk hal yang lebih penting.
Hal ini terjadi pada salah satu reporter berita bernama Justin Hinton yang tengah melaporkan cuaca.
Salah satu reporter berita wlos.com ini terlihat tengah melaporkan cuaca yang tengah bersalju.
Namun tanpa disadari, laporan yang berasal dari live dari Facebook ini disertai dengan filter-filter lucu dari Facebook.
Gayanya yang khas melaporkan berita cuaca tersebut lantas menjadi perbincangan netizen karena filter random yang terus muncul karena mendeteksi wajahnya tersebut.
Justin Hinton baru menyadari saat ia selesai melaporkan berita tersebut dan melihat beberapa komentar dari netizen yang tengah menonton siarannya.
Ia kebingungan dan menanyakan apa yang terjadi pada mukanya saat ia mengetahui filter Augmented Reality tersebut random menghiasi wajahnya.
Video berdurasai 1 menit yang diunggah di akun @WLOS_13 di Twitter ini lantas menjadi perbincangan netizen.
''Menyaksikan ini terjadi, live di Facebook, dan sangat terhibur. Ini adalah kegembiraan dari siaran langsung, bukan?'' tulis salah satu netizen di Twitter.
''Omg Justin ini sangat legendaris'' komentar salah satu netizen.
''OMG terlalu lucu! Saya pikir wartawan harus melakukan ini lebih sering. Saya akan menonton lebih banyak laporan cuaca.'' becanda netizen mengenai video lucu tersebut.
Unggahan reporter yang melaporkan berita live Facebook dengan filter ini lantas viral di Twitter dan sudah ditonton lebih dari 58 ribu netizen.
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media Melonjak 45,1 Persen Sepanjang 2025