Agung Pratnyawan
Viral Foto Borong Mie Instan Takut Virus Corona, Ini Fakta di Baliknya

hitekno.com - Sempat beredar foto warga borong kebutuhan sehari-hari, termasuk mie instan setelah diumumkan dua WNI positif terinfeksi virus corona.

Foto yang viral di media sosial ini disebarkan dengan narasi kepanikan warga karena virus corona. Namun ternyata tidaklah demikian.

Dipostingkan netizen dengan akun Instagram @heidi_handayani, ternyata warga dalam foto tersebut adalah saudaranya.

Dan ternyata, warga yang borong mie instan ini bukan karena panik virus corona yang positif masuk Indonesia. Melainkan karena belanja grosiran.

"Ini kakak ipar akun dan memang dia biasa belanja grosiran tiap hari. Jadi bukan rushing supermarket," tulis @heidi_handayani dalam Insta Story.

Klarifikasi @heidi_handayani ini dipostingkan ulang oleh dr Tirta melalui akun Instagram miliknya @dr.tirta pada 3 Maret 2020.

Keduanya menghimbau agar tidak memakai foto tersebut untuk menyebarkan kepanikan di masyarakat. Karena dalam foto tersebut memang belanjaan grosiran.

"Ni omnya lagi grosiran, kulakan buat dagang bro," lanjutnya.

Netizen pun ramai berkomentar pada postingan klarifikasi foto borong mie instan yang semapt viral di media sosial ini.

"Moment dimanfaatin orang serakah terutama pedagang yg ngasih isu besok harga smua naik jadi warga bondong borong sembako di mana bojonggede bogor kacau...kasian orang yg pas-pasaan," komentar @ayuramdhania.

"Dikiranya beli indomie buat stock 2 tahun. Ya kali bos stay dirumah makan mie terus, emang ga kerja wkwkkwkw. Pertama indonesia ga kena kalem, pas udah kena itu pun baru dua dan ga sekota, wih langung rusuh borong semuanya kek mau mepersiapkan apocalypse," tulis @ekokrisdianto_.

Itulah fakta sebenarnya di balik foto yang viral di media sosial yang mengklaim warga panik borong mie instan karena takut virus corona.

Catatan Redaksi: Jika Anda merasakan gejala batuk-batuk, demam, dan lainnya serta ingin mengetahui informasi yang benar soal virus corona Covid-19, sila hubungi Hotline Kemenkes 021-5210411 atau kontak ke nomor 081212123119.