hitekno.com - Wabah virus corona di Indonesia membuat banyak tempat umum dan fasilitas publik mengantisipasi dengan melakukan pengecekan suhu.
Meski bukan merupakan langkah pasti dalam mendeteksi COVID-19, pengecekan suhu dapat menjadi salah satu cara untuk mencegah orang sakit berbaur di kerumunan.
Pengecekan suhu tubuh ini sendiri diketahui telah dilakukan di sejumlah tempat di Indonesia. Salah satunya adalah stasiun KRL.
Sayangnya, usaha untuk mengecek suhu tubuh penumpang ini malah dianggap membahayakan. Pasalnya, petugas yang bersangkutan masih belum paham cara mengecek suhu tubuh yang benar.
"Contoh yang nggak ngerti cara penularan virus COVID," tulis salah satu akun di Twitter sambil menyertakan video rekaman tayangan berita.
Padahal, termometer yang dimaksud bekerja dengan sensor dan seharusnya dipakai mendeteksi suhu tubuh dengan memberi jarak beberapa senti.
Di sisi lain, dengan menempelkan termometer pada dahi tiap penumpang, risiko penyebaran virus malah akan bertambah.
Tak heran, usaha pengecekan suhu tubuh di stasiun kereta ini lantas banjir kritikan netizen. Sebagian juga mengingatkan langsung pihak Commuter Line agar memperhatikan hal ini.
"@CommuterLine kalau ngukur suhu badan penumpang, alatnya nggak usah ditempelin ke dahi."
"Amatiran semua... Gimana ini, tak adakah pembekalan yang terdidik gitu?"
"Mbok ya dimodalin antiseptik sama sarung tangan karet petugasnya. Sama jangan ditempel gitu @CommuterLine."
"Ketika sebuah prosedur yang dilakukan hanya formalitas belaka," imbuh netizen.
Menanggapi kritik ini, pihak Commuter Line sendiri membalas beberapa komentar dan menyebutkan jika mereka sudah menampung kritik dan saran yang diberikan perihal pengecekan suhu tubuh di stasiun.(Guideku.com/ Amertiya Saraswati)
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi