Kamis, 09 Juli 2020
Dinar Surya Oktarini : Jum'at, 27 Maret 2020 | 08:45 WIB

Hitekno.com - Penyebaran virus corona COVID-19 masih menjadi perbincangan hangat di masyarakat dan di media sosial. Di tengah banyaknya pemberitaan mengenai virus Corona, beberapa masyarakat terkadang tidak sadar bahwa tautan berita yang diterimanya mungkin merupakan informasi yang salah atau hoaks.

Berita palsu ini menyebar lebih cepat dan mudah melalui internet, media sosial, dan pesan instan. Berita-berita itu mungkin mengandung informasi dan saran yang tidak berguna, tidak benar, atau bahkan berbahaya, yang dapat menghambat respon kesehatan masyarakat dan perpecahan sosial.

Di sisi lain, beberapa berita palsu juga mengandung campuran informasi yang benar dan membuatnya sulit untuk menemukan bagian mana yang benar dan akurat.

Dilansir dari Science Alert, berikut tujuh tips sederhana agar terhindar dari berita hoks tentang virus Corona:

1. Periksa sumber

Saat mendapatkan berita, cek atau tanyakan sumbernya kepada pengirim pesan. Jika tertulis referensi merujuk pada hal-hal seperti "Menurut laman Universitas Stanford" dan semacamnya, periksa situs web resmi dan cek apakah berita benar-benar telah diunggah di sana.

Tapi, jika sumbernya hanya berasal dari "temannya teman", kemungkinan besar pesan itu mengandung informasi yang salah kecuali pengguna mengenal nama "teman" yang disebut sehingga dapat bertanya langsung.

2. Periksa logo

Pengguna perlu memerhatikan hal sedetail apapun, seperti logi. Periksa apakah logo organisasi apa pun yang digunakan dalam pesan terlihat sama dengan di situs web resmi.

Berita hoaks virus corona. (Kemenkominfo)

Berita yang diunggah di situs web resmi jarang atau hampir tidak pernah sama sekali membuat kesalahan pengejaan dan tata bahasa.

Pengguna harus mulai curiga jika pesan yang didapat menggunakan huruf kapital seluruhnya atau mengandung banyak tanda seru dan tanda baca lainnya.

4. Periksa keaslian akun

Beberapa akun palsu mencoba membuat akunnya terlihat seolah-olah sama seperti yang asli, kemudian menyebarkan berita yang salah.

Sebagai contoh, akun Twitter tidak resmi @BBCNewsTonight mencoba untuk terlihat seperti akun Twitter resmi @BBCNews.

Berita hoaks virus corona. (Kemenkominfo)

Pengguna harus mencurigai pesan yang memiliki kalimat dorongan yang berlebihan untuk berbagi karena ini adalah cara kerja pengiriman pesan viral.

6. Gunakan situs web pengecekan fakta

Pengguna dapat menggunakan situs web seperti APFactCheck dan Full Fact untuk mengecek apakah berita itu palsu. Pengguna juga dapat menggunakan mesin pencari seperti Google untuk mencari judul artikel dan melihat apakah atikel tersebut telah diidentifikasi sebagai berita palsu oleh media mainstream.

7. Akses berita dari sumber tepercaya

Sumber terbaik untuk mendapatkan informasi kesehatan tentang COVID-19 adalah situs web kesehatan pemerintah dan situs web Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).(Suara.com/Lintang Siltya Utami)