hitekno.com - Tiap orangtua pasti memiliki cara yang beda-beda dalam mendidik anak. Seperti ibu satu ini yang viral di media sosial karena beri harga untuk setiap tingkap laku anak.
Jika anak itu berbuat baik, maka ia akan mendapatkan sejumlah uang dari ibunya. Namun jika ia melakukan hal sebaliknya, sang ibu akan mengambil kembali uang tersebut.
Dibagikan kembali oleh akun Twitter @WidaNWP pada 1 April, pemilik akun membagikan beberapa gambar yang memperlihatkan beberapa kertas berisi daftar harga untuk setiap tindakan berbeda.
Beberapa netizen menilai cara ibu mendidik anak seperti yang viral di media sosial ini tidak baik.
"Saya pernah baca di artikel psikologi, sistem mendidik anak dengan reward and punishment seperti ini nggak baik, apalagi jika reward adalah hal wajar dalam kebaikan yang wajib dilakukan," tulis akun @risangpaksi.
"Saya berharap anaknya punya jiwa 'struggle and earn' bukan yang ngelakuin apa-apa untuk duit, ada value hardworknya, but this one is good," komentar @febrian_narabel.
"Mijet mama nggam dapet duit ? Dulu sih itu sumber penghasilan," tambah @BonawanSubianto.
"Kalau duitnya asli dia bisa ngumpulin Rp 31 ribu dalam sehari jika full jalanin semuanya, dengan catatan mandi 2 kali dan makan 3 kali sehari. Maka dia ngumpulin Rp 217 ribu dalam seminggu Rp 930 ribu dalam sebulan dan Rp 11,3 juta dalam setahun. Kita asumsikan dia melakukan itu dari awal umur 5 tahun," ungkap @khrsnaftw.
"Asli tante gue begini ke anaknya wkwk," cuit @bchtrs_.
Itulah cara ibu mendidik anak yang viral di media sosial karena memberi harga pada setiap tingkah lakuknya. (Suara.com/ Lintang Siltya Utami).
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media Melonjak 45,1 Persen Sepanjang 2025