hitekno.com - Para ahli dan ilmuwan baru saja mengungkap lokasi paling berbahaya sepanjang sejarah Bumi ini. Di mana lokasi tersebut, kenapa bisa jadi tempat paling berbahaya?
Menurut paleontologis, Sahara adalah tempat paling berbahaya di planet ini dengan berkeliarannya reptil predator, dinosaurus, dan pemburu yang seperti buaya raksasa pada 100 juta tahun yang lalu.
Tempat itu disebut dengan Kem Kem Group yang terletak di sepanjang perbatasan Maroko dan Aljazair, sebuah formasi batuan yang menyimpan catatan bentuk kehidupan Bumi yang mencakup puluhan juta tahun berupa fosil.
Selain itu, baru-baru ini, ilmuwan mengungkap telah menemukan lubang ozon baru yang menganga di atas Arktika atau Kutub Utara. Sempat menimbulkan kekhawatiran, laporan terbaru menyebutkan bahwa lubang ozon tersebut telah tertutup.
Saat pertama kali ditemukan, lubang ozon ini sebesar tiga kali ukuran Greenland dan telah berada di atas Kutub Utara selama hampir satu bulan lamanya. Lubang ozon ini lalu menyabet sebutan sebagai lubang ozon terbesar yang pernah terdeteksi.
Yuk simak berita populer selengkapnya.
1. Tak Punya Wadah Bekal Makanan, Netizen Ini Gunakan Kotak iPhone
Lauk pauk dan nasi, biasanya memang sengaja disimpan di dalam sebuah kotak makan agar mudah dibawa. Namun apa jadinya, jika sajian nasi dan lauk pauk ini diletakkan di dalam kotak kemasan smartphone?
Bukan sekedar kabar burung, hal ini benar-benar dilakukan oleh seorang netizen hingga viral di media sosial.
2. Menurut Ilmuwan, Ini Lokasi Paling Berbahaya Sepanjang Sejarah Bumi
Menurut paleontologis, Sahara adalah tempat paling berbahaya di planet ini dengan berkeliarannya reptil predator, dinosaurus, dan pemburu yang seperti buaya raksasa pada 100 juta tahun yang lalu.
Tempat itu disebut dengan Kem Kem Group yang terletak di sepanjang perbatasan Maroko dan Aljazair, sebuah formasi batuan yang menyimpan catatan bentuk kehidupan Bumi yang mencakup puluhan juta tahun berupa fosil.
3. Sempat Menganga, Lubang Ozon di Kutub Utara Akhirnya Tertutup
Saat pertama kali ditemukan, lubang ozon ini sebesar tiga kali ukuran Greenland dan telah berada di atas Kutub Utara selama hampir satu bulan lamanya. Lubang ozon ini lalu menyabet sebutan sebagai lubang ozon terbesar yang pernah terdeteksi.
Setelah dipantau secara serius dalam waktu yang lama, para ilmuwan dari Copernicus Atmosphere Monitoring Service (CAMS) membuat laporan terbaru dan menyebut bahwa lubang ozon ini akhirnya tertutup.
Berita Terkini
-
Mengenal Gauth AI, Bantu Siswa dari Mencari Jawaban hingga Menguasai Pelajaran
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana