Hitekno.com - Putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep lagi-lagi membuat heboh netizen di media sosial. Kali ini dengan produk baru kopi buatannya.
Seperti diketahui, Kaesang Pangarep menggeluti bisnis kuliner. Dan kali ini, ia mengunggah produk baru dari usaha kuliner yang digelutinya, yakni kopi.
Namun ia mempertanyakan mengapa hingga saat ini tak ada yang membeli produk kopi miliknya.
Melalui Twitter, Kaesang Pangarep mempromosikan sebuah produk minuman Ternakopi dengan varian rasa baru.
Seperti yang telah diketahui sebelumnya, Kaesang Pangarep telah merilis usaha terbarunya, yakni Ternakopi. Sejak diluncurkan sejak bulan April lalu, bisnis minuman milik putra Presiden RI Joko Widodo ini telah laris manis diserbu pembeli.
Mengingat tengah mewabahnya virus corona, Kaesang bahkan sempat menyediakan pemesanan via online untuk produk-produk Ternakopi tersebut agar para pelanggan tak perlu keluar rumah.
Dari deskripsi yang ditampilkan di laman toko online, varian minuman itu hanya bertuliskan Sakura Latte (Temennya Naruto dan Sasuke).
Namun Kaesang Pangarep mempertanyakan mengapa minuman itu tak laku-laku.
"Kok sampai sekarang enggak ada yang beli ya?" tulis Kaesang Pangarep, Jumat (15/5/2020).
Ternyata yang membuat publik terkejut adalah harga dari minuman dalam jar itu. Harga yang dicantumkan untuk sebotol minuman latte itu adalah Rp.15.000.000.
Baca Juga:
Mau Buat Kopi Seember Isi 20 Liter, Kaesang Pangarep Disemprot Netizen
Kontan saja netizen pun mengomentari unggahan kopi buatan Kaesang Pangarep tersebut.
"Lu mau ngalahin Oreo Supreme bang?" tanya netizen.
"Mas Kesang, ngapuntene nggih, niku regine kelarangen (mboten umum regi kopi), kula nek badhe mundhut ngggih keblondhrok (Mas Kaesang, mohon maaf, itu harganya kemahalan (bukan umumnya harga kopi), saya kalau mau beli ya sengsara --red)," komentar seorang netizen.
"Mendingan aku beli motor," tambah netizen lainnya.
Itulah tanggapan netizen pada produk kopi baru buatan Kaesang Pangarep yang belum laku dibeli. (Suara.com/ Farah Nabilla).
Berita Terkait
Berita Terkini
-
Kolaborasi Manusia dan Mesin, Local Media Community Gelar Workshop Google AI
-
Registrasi SIM Berbasis Face Recognition Picu Polemik, Publik Soroti Risiko Kebocoran Data Pribadi
-
Registrasi SIM Berbasis Face Recognition Dinilai Berisiko, Pakar Ingatkan Ancaman Privasi dan Penyalahgunaan Data
-
5 Fakta BONDS, Perangkat Pemanas Tembakau dengan Inovasi Teknologi Baru
-
Keamanan Registrasi SIM dengan Face Recognition Masih Dipertanyakan Jelang 2026