hitekno.com - Xiaomi, perusahaan teknologi dengan berbagai perangkat cerdas dan Internet of Things (IoT) untuk mendukung gaya hidup menyerahkan donasi senilai Rp 1 Miliar untuk membantu keluarga prasejahtera yang masih membutuhkan bantuan di tengah pandemi COVID-19. Salah satu sumber donasinya adalah sebagian hasil penjualan promo bulan Ramadhan #Bulan1000Kejutan yang berakhir tanggal 31 Mei 2020.
Bekerja sama dengan Rumah Zakat, donasi dari Xiaomi digunakan untuk mewujudkan paket bantuan untuk keluarga prasejahtera, terhimpun dalam program Siaga Pangan yang didistribusikan secara nasional, dan sebagian lagi disalurkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui inisiatif Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB). Begitu pula donasi berupa 5.000 paket sembako yang akan disalurkan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi kepada keluarga penerima.
"Kemeriahan #Bulan1000Kejutan semoga bisa menjadi kegembiraan yang bisa dirayakan bersama-sama, sama seperti visi dan misi kami untuk membawa teknologi yang harus dapat diakses semua orang. Sebagai brand terdepan di Indonesia, kami harus memainkan peran kami. Kami harap donasi ini bisa mencapai mereka yang membutuhkan bantuan" kata Country Director Xiaomi Indonesia Alvin Tse.
Menurut Kepala Sekretariat Yayasan Buddha Tzu Chi, Suriadi, pihaknya selama pandemi COVID-19 berencana menyalurkan bantuan sebanyak 350.000 paket sembako dari para donatur kepada masyarakat prasejahtera di berbagai daerah. "Kami berterima kasih atas dukungan dari Xiaomi Indonesia, dan mari berharap agar hal ini dapat membantu menenangkan batin serta memulihkan kehidupan masyarakat di tengah pandemi," pungkasnya.
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi