hitekno.com - Sudah biasa rasanya jika adegan sinetron Indonesia menjadi topik panas netizen Indonesia. Go International, baru-baru ini adegan sinetron azab Indonesia yang terlalu aneh sukses bikin netizen Malaysia ngakak menontonnya.
Cuitan mengenai adegan sinetron azab Indonesia ini mencuri perhatian usai dicuitkan oleh seorang netizen asal Malaysia. Kala itu, dirinya menjawab cuitan @IMDb mengenai scene paling powerful di dalam sebuah film.
Membalas cuitan ini, netizen pemilik akun @a1nnad1a mengunggah penggalan adegan sinetron azab Indonesia yang viral di Twitter. Dalam video berdurasi 45 detik tersebut, nampak warga yang tengah berkumpul untuk memakamkan seseorang.
''Harimau di dalam kubur'' cuit akun @a1nnad1a.
Saat jenazah orang tersebut diletakkan ke dalam liang kubur, mendadak banyak yang kaget dengan kemunculan seekor harimau di liang kubur tersebut. Harimau yang muncul dalam wujud CGI ini nampak mencabik-cabik jenazah yang akan dimakamkan tersebut.
''Itu lah kalau cerita Indonesia nggak masuk akal pasti zoom-zoom sampai lubang hidung'' balas netizen dengan akun Twitter @aynanajwaa.
''Heh apa ini haha Indonesia ini macam-macam lah idenya. Semalam lihat ada orang post mayat berjoget disko. Hari ini harimau juga. Dulu pernah melihat mayat terbang. Aduh'' komentar akun Twitter @DilanBandungg.
''Aku rasa aku sudah lama tidak melihat sinetron, tidak sangka makin menjadi-jadi ceritanya'' ungkap netizen pemilik akun @ameradarzi.
''Ya Allah, hahahah cerita Indonesia'' tulis pemilik akun @oohitssmee.
Mencuri perhatian netizen Mayalsia, penggalan adegan sinetron azab Indonesia ini diketahui telah ditonton sebanyak lebih dari 846 ribu kali dan mendapat ribuan komentar netizen.
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi