hitekno.com - Kursi gaming jadi salah satu perangkat yang meningkatkan pengalaman dalam bermain. Tak hanya membuat betah lama-lama duduk, juga memiliki desain keren.
Karena itu tak jarang gamer melengkapi setup mereka dengan kursi gaming. Namun sayangnya tempat duduk ini tidaklah murah.
Namun berbeda dengan penampakan kursi gaming murah yang viral di media sosial satu ini. Kursi berwarna hijau tersebut nampak memiliki logo ROG (Republik of Gamers).
Dibagikan oleh akun Twitter @supermanmeludah pada 8 Juni, pemilik akun mengunggah gambar sebuah kursi berwarna hijau yang terbuat dari plastik.
Kursi gaming tersebut sangat umum ditemukan di berbagai tempat dan acara-acara tertentu karena harganya yang murah meriah.
Menariknya, pada bagian tempat duduk dan sandaran kursi tersebut digambar logo ROG berwarna hitam. Karena logo inilah, netizen menyebutnya sebagai kursi gaming.
Pemilik akun mengunggah gambar ini atas balasan dari pertanyaan warganet lain dengan akun Twitter @killuaxel yang mencuit, "Pengen beli kursi gaming harga 100rb-an di mana ya."
Unggahan yang telah dibagikan sebanyak lebih dari 4.100 kali ke sesama pengguna Twitter ini pun menuai beragam komentar dari warganet.
"Wkwk kursi warnet," tulis akun @raflialfi.
"Murah meriah," komentar @hs_suryawinata.
"Kursi ROG rasa kedai mie ayam," tambah @Pemudatersyesat.
"Di belakang ada nomor produksinya RT 02/RW 07," cuit @Aldi_9.
"Kursi tamu undangan di acara nikahan," ungkap @wala_taiasu.
Itulah penampakan kursi gaming murah meriah yang viral di media sosial. Bisa tebak berpa harga dari perangkat keren satu ini? (Suara.com/ Lintang Siltya Utami).
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi