Rabu, 08 Juli 2020
Dinar Surya Oktarini | Rezza Dwi Rachmanta : Senin, 29 Juni 2020 | 16:44 WIB

Hitekno.com - Pandemi COVID-19 membuat sebagian besar negara di seluruh dunia mengeluarkan kebijakan social distancing. Hal tersebut berdampak pada putaran roda ekonomi di Indonesia, tak terkecuali UMKM kuliner.

Direktur Utama Smesco Indonesia, Leonard Theosabrata, menjelaskan dari hasil survei terhadap 722 responden UMKM mulai tanggal 31 Maret hingga 20 April 2020 lalu.

Hasilnya didapatkan bahwa sebanyak 35,6 persen pelaku UMKM kuliner sangat terdampak dengan pandemi COVID-19.

GoFood mengklaim bahwa perusahaannya telah berkomitmen kuat dalam membantu bisnis UMKM pada masa transisi yang dilakukan oleh Indonesia.

Teten Masduki selaku Menteri Koperasi dan UKM RI yang menjadi salah satu pembicara webinar menjelaskan bahwa masih sedikit pelaku UMKM di Indonesia yang bergabung ke marketplace secara digital.

Teten Masduki, Menteri Koperasi & UKM RI. (Webinar Zoom)

Hanya sekitar 13 persen saja UMKM yang sudah go digital sehingga sebagian besar dari mereka sangat terdampak dengan adanya pandemi.

Menurut Teten Masduki, UKM yang sudah go digital mempunyai ketahanan yang lebih kuat saat masa pandemi.

"UMKM yang bisa bertahan merupakan UMKM yang dapat melakukan adaptasi bisnis dan inovasi produk, terutama saat kebijakan social distancing dan PSBB. UMKM yang sudah terhubung dengan marketplace biasanya dapat bertahan bahkan mengalami pertumbuhan," kata Teten Masduki.

Catherine Hindra Sutjahyo selaku Chief Food Officer Gojek Group menjelaskan bahwa mereka mempunyai beberapa strategi untuk membantu UMKM selaku mitra GoFood saat menghadapi masa pandemi ini.

Pembicara webinar Zoom GoFood. (Webinar Zoom)

Chief Food Officer Gojek Group mengungkapkan bahwa mereka menyiapkan empat strategi khusus agar para mitra GoFood tetap bisa survive saat pandemi.

"Kita menyiapkan 4 strategi khusus agar para UMKM yang menjadi mitra dapat bertahan. Tentunya kehigienisan atau standar kebersihan menjadi prioritas untuk memerangi virus Covid-19," kata Catherine Hindra Sutjahyo saat webinar GoFood pada hari ini (29/09/2020).

Strategi pertama dari mereka adalah menjaga volume transaksi dan pendapatan mitra GoFood dengan memberikan beberapa promo.

Promo yang disediakan termasuk Voucher Makan Keluarga Porsi Bertiga, menciptakan demand dengan kategori baru 'Siap Masak", hingga tingkatkan omzet dengan pilihan menu "Traktir Driver".

Strategi GoFood agar mitra patuh dengan protokol kesehatan. (Webinar Zoom)

Strategi kedua yang mereka lakukan adalah meningkatkan permintaan konsumen dengan memaksimalkan eksposur UMKM.

Beberapa hal terkait strategi tersebut termasuk meningkatkan kunjungan konsumen ke halaman UMKM lewat in-app shuffle cards dan peningkatan omzet lewat Halkulnas GoFood.

Strategi ketiga dan keempat yang mereka lakukan adalah mengurangi biaya operasional bisnis UMKM dan mendukung operasional bisnis UMKM agar tetap menjadi andalan konsumen.

Program Harkulnas GoFood. (Gojek)

Khusus untuk strategi keempat, Catherine Hindra Sutjahyo mengklaim bahwa mereka sangat memperhatikan terkait imbauan protokol kesehatan dari hulu ke hilir.

Beberapa protokol yang harus diperhatikan oleh mitra Gojek termasuk penggunaan masker, cek suhu tubuh, segel pengaman, jarak antrian, sterilisasi dan desinfektan serta selalu cuci tangan.