hitekno.com - Netizen Twitter belum lama ini membandingkan feeds Instagram akun Prabowo dan Jokowi. Jika feeds Instagram Prabowo kental dengan kesan aesthetic, bagaimana dengan feeds Jokowi?
Aksi membandingkan feeds Instagram dua politikus ini dimulai oleh netizen pemilik akun @imanlagi melalui cuitan yang ia unggah pada Kamis (9/7/2020) lalu.
''Admin Instagram Presiden dan admin Instagram Menteri Pertahanan'' cuitnya bersama dua unggahan foto di akun @prabowo dan @jokowi ini.
Dalam unggahan screenshot yang diunggah @imanlagi, nampak Prabowo dan Jokowi berada dalam satu event yang sama. Bedanya, jika Jokowi mengunggah foto apa adanya tanpa filter apapun, unggahan foto Prabowo justru lebih terkonsep dengan filter.
Menanggapi unggahan @imanlagi ini, netizen lalu mulai membandingkan feeds Instagram Prabowo dan Jokowi. Didesain dengan rapi dan terstruktur, netizen rupanya banyak memuji feeds Instagram milik Prabowo.
''Admin Presiden Jokowi informatif, admin Menteri Pertahanan estetik'' balas akun Twitter @BondanMarhendra.
Membahas mengenai tone feeds Instagram keduanya, menurut akun @ariefakbar, feeds Instagram Jokowi kental dengan tone vivid dan bright. Sedangkan feeds Instagram Prabowo lebih memberikan tone vintage warm dan greyscale.
''Tone feeds Instagram Pak Jokowi: vivid & bright. Tone feeds Instagram Prabowo: vintage warm/greyscale'' komentar akun @ariefakbar.
''Postingan pejabat terestetik jatuh kepada Pak Menteri Pertahanan sih'' ungkap akun Instagram @friedchocolatee.
Itu tadi analisa netizen yang membandingkan feeds Instagram Prabowo dan Jokowi. Menurut kamu, lebih aesthetic feeds Instagram yang mana?
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi