hitekno.com - Karena masa pandemi akibat virus corona, sebagian besar murid-murid harus melakukan sekolah online di rumah. Entah dari mana idenya, orangtua murid ini justru punya cara unik saat diminat bayar SPP.
Diunggah akun @awreceh.id pada Kamis (23/7/2020) lalu. Berbeda dari biasanya, karena terinspirasi dari sekolah online, orangtua murid ini rupanya mau membayar SPP versi online.
Kejadian ini bermula saat sang wali kelas mengingatkan pada orangtua murid tersebut untuk membayar biaya SPP si anak. Pesan WhatsApp lalu dikirimkan ke akun WhatsApp orangtua murid tersebut.
''Selamat siang bapak, maaf untuk bulan ini SPP putra bapak belum dilunasi'' tulis sang wali kelas.
Menanggapi peringatan dari wali kelas anaknya, orangtua murid ini lalu membalas dengan mengirimkan foto beberapa lembar uang kertas yang ia letakkan di atas meja. Dirinya juga menuliskan bahwa biaya sekolah tersebut sudah lunas.
Lebih lanjut, dirinya menjelaskan bahwa tujuan ia menyekolahkan anaknya agar mendapat pelajaran dari guru di sekolah, bukan malah sebaliknya.
''Saya sebagai orangtua menitipkan anak agar belajar di sana karena kesibukan saya. Lha kalau orangtua yang mengajari sendiri, buat apa menitipkan anak ke sana?'' ungkap orangtua murid ini.
Jawaban orangtua murid ini tidak hanya membuat guru geleng-geleng heran membacanya. Karena hal ini, netizen juga dibuat heran dengan pendapat dan pemikiran orangtua murid tersebut.
''Fix, anaknya nanti digibahin di ruang guru'' komentar akun Instagram @awreceh.id.
''Mindset yang luar biasa sekali. Sekolah dianggap "penitipan" anak, waw'' ungkap pemilik akun Instagram @triismi20.
Hingga artikel ini dibuat, unggahan mengenai bayar SPP versi online ala orangtua murid ini telah mendapat lebih dari 150 ribu likes dan ribuan komentar dari netizen.
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi