hitekno.com - Merayakan Idul Adha pada Jumat (31/7/2020) lalu, seorang netizen dibuat terkejut usai mendapati daging kurban yang sudah dipotong masih bergerak. Video ini lalu menjadi viral di Twitter dalam waktu singkat usai diunggah.
Unggahan mengenai daging kurban yang masih bisa bergerak padahal sudah dipotong ini diunggah oleh akun @tterororo dan menjadi viral di Twitter pada Jumat (31/7/2020).
''Guys, kenapa daging kurban ini gerak? Ibu aku nggak jadi masak karena takut'' cuit akun @tterororo.
Bersama dengan cuitan ini, netizen tersebut mengunggah video 15 detik saat daging kurban ini diletakkan di atas talenan untuk diolah menjadi makanan. Sang ibu yang menemukan daging tersebut masih bergerak langsung dibuat takut.
Diunggah dan menjadi viral di Twitter, unggahan mengenai daging kurban yang masih bergerak padahal sudah dipotong ini lalu mendapat berbagai komentar dari netizen.
''Kalau diberi garam, pasti daging ini melompat-lompat'' komentar akun Twitter @nur_aishahK.
''Belum masak udah seperti itu, apalagi masuk ke dalam perut'' ungkap pemilik akun @ukhtyzafamila.
''Kalau besok aku mau masak steak blackpaper daging gerak-gerak seperti ini, tobat aku makan daging, auto jadi vegetarian aku'' tulis netizen dengan akun Twitter @amxrr_.
Mengenai penyebab daging kurban yang masih bergerak padahal sudah dipotong ini, banyak yang menduga bahwa hal tersebut merupakan tanda bahwa daging ini dalam keadaan segar yang membuat ujung saraf otot pada daging yang masih aktif.
Viral di Twitter, unggahan mengenai daging kurban yang masih bisa bergerak padahal sudah dipotong ini telah mendapat lebih dari 11 ribu retweets dan sudah ditonton sebanyak lebih dari 700 ribu kali.
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi