Hitekno.com - Belum lama ini digegerkan seorang wanita yang memperlihatkan layar telebisi miliknya terkelupas. Hal ini malah membuatnya tertawa saat mengetahui TV-nya rusak dengan cara yang tak biasa.
Diunggah pada Rabu (29/7/2020, akun Twitter @ningroom ini mengunggah videonya dan viral di media sosial.
"Apa pernah TV kalian nglethek (terkelupas--red)?" tulis @ningrooom, dikutip Suara.com, Kamis (30/7/2020).
Dalam video berudurasi 13 detik tersebut, awalnya terlihat sebuah televisi yang menempel di dinding. Ada seorang wanita berdiri di depan TV tersebut.
Si wanita tersenyum ke kamera sambil menunjukkan sebagian layar televisi sudah rusak.
Televisi tersebut tidak dapat menampilkan gambar dengan normal pada separuh layarnya.
Perekam video berkata, "Apa kalian pernah TV kalian nglethek (terkelupas--red)?"
Tangan perekam video lalu mencoba menarik bagian ujung sisa layar yang masih tertempel. Layar TV tersebut tampak dengan mudah dikelupas.
Si perekam video pun tertawa ketika melihat tayangan yang gambarnya terpotong karena sebagian layar TV itu rusak.
"Hahaha ilang ndase (hilang kepalanya)," ucap perekam video sambil tertawa.
Baca Juga:
Dikenal Terlalu Tangguh di Lane, 5 Hero Ini Bisa Counter Lancelot
Video tersebut mendapat banyak respon dari warganet. Hingga Kamis (30/7) postingan @ningrooom memperoleh 4.600 retweet dan 12.000 like.
Beberapa warganet menyarankan agar wanita pemilik TV mengelupas seluruh layar lalu menempelkannya sisanya di kacamata.
"Itu kletekannya tempelin ke kacamata kak terus nonton pakai kacamata," kata @altha0u.
"Itu polarizernya dibuat kacamata aja padahal, jadi yang nonton itu harus pakai kacamata polarizernya. Asik tuh," ucap @fdhlhm__.
Sementara netizen yang lain ternyata punya pengalaman yang sama dengan si wanita pemilik televisi.
"Sumpah TV di rumah aku lagi gini! Gambarnya jadi putih semua sama persis fix makin jarang nonton TV. Tapi kasian adek aku gak bisa nonton," kata @penemansukma.
Perlu diketahui, bahwa lapisan polarizer pada televisi mengelupas akibat panas pada bagian LCD yang berlebihan dan suhu udara ybisa jadi penyebabnya. (Suara.com/Rifan Aditya)
Berita Terkait
Berita Terkini
-
Kolaborasi Manusia dan Mesin, Local Media Community Gelar Workshop Google AI
-
Registrasi SIM Berbasis Face Recognition Picu Polemik, Publik Soroti Risiko Kebocoran Data Pribadi
-
Registrasi SIM Berbasis Face Recognition Dinilai Berisiko, Pakar Ingatkan Ancaman Privasi dan Penyalahgunaan Data
-
5 Fakta BONDS, Perangkat Pemanas Tembakau dengan Inovasi Teknologi Baru
-
Keamanan Registrasi SIM dengan Face Recognition Masih Dipertanyakan Jelang 2026