hitekno.com - Perbedaan usia yang terpaut jauh ternyata tak menghalangi dua insan untuk saling mencintai dan menikah. Wanita cantik ini membuat netizen salfok setelah ia menceritakan bahwa usia dirinya dan sang suami terpaut 18 tahun.
Tak hanya salfok, banyak netizen yang malah berkomentar absurd setelah melihat video viral tersebut.
Akun TikTok bernama @deabew membagikan video yang menampakkan kebersamaan mereka di dalam mobil.
"Ketika perbedaan menjadi satu," tulis @deabew pada deskripsi postingannya.
Video yang dibagikan viral di TikTok setelah mendapatkan 4,7 juta View dalam kurun waktu dua hari saja.
Dalam video TikTok, wanita cantik ini menceritakan bahwa dirinya kelahiran tahun 2002, sementara sang suami lahir di tahun 1984.
Itu berarti selisih usia mereka terpaut sangat jauh yaitu sekitar 18 tahun.
Mengingat banyak netizen yang tidak percaya, wanita cantik bernama lengkap Dea Cindy Andina ini ikut mengunggah KTP-nya di TikTok.
Dalam deskripsi KTP, wanita tersebut terbukti kelahiran tahun 2002.
Akun @deabew juga sering membagikan keseharian mereka saat berada di rumah sembari bermain TikTok.
Video viral di atas justru memancing netizen untuk berkomentar unik dan absurd.
Banyak netizen berkomentar bahwa di usia mereka yang masih muda, jangankan menikah, mereka masih mempertanyakan hal-hal yang kocak dan kekanak-kanakan.
"Gue yang kelahiran tahun 2000 aja masih mikirin alien itu ada atau enggak," komentar @xxonelo.
"Kakak gue yang kelahiran 98 aja masih mikir kenapa Upin Ipin nggak naik kelas," tulis @hwanghyera_.
"Wah 18 tahun coy, mungkin jodohku baru diajarin jalan ama emaknya kali yah," kata @bonangm1.
Itulah tadi video viral mengenai wanita cantik yang usianya terpaut 18 tahun dengan sang suami sehingga bikin netizen salfok, bagaimana pendapat kamu?
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi