hitekno.com - Menjalin kasih bertahun-tahun lamanya ternyata tak membuat dua insan ini menuju ke pelaminan. Seorang cewek membagikan curahan hatinya sehingga membuat netizen ikut bersimpati.
Akun TikTok @diahats1 mengunggah postingan dengan caption bertuliskan "Kenal sampai tunangan nggak menjamin sampai pelaminan".
Postingan video yang dibagikan berhasil viral setelah mendapatkan lebih dari 4,9 juta View dan 250 ribu Like.
Ribuan netizen bersimpati dan mendoakan agar cewek tersebut mendapatkan pasangan yang lebih baik lagi.
Cewek bernama Diah mengaku bahwa ia dan pasangan telah kenal dan menjalin hubungan sejak kelas 2 SMA.
Mereka bahkan sempat memutuskan untuk bertunangan dan saling mengikat janji.
Berdasarkan pengakuan dari akun @diahats1, rupanya setelah bertunangan, sang kekasih yang menjalin LDR dengannya kenal dengan "orang ketiga".
Orang tersebut dicurigai sebagai penyebab kandasnya hubungan mereka.
"Setelah dua bulan bertunangan, dia berubah dan ternyata kenal dengan cewek ini. Dari situ saya kasih kesempatan 1,2,3,4,5 dst. Sampai akhirnya dia yang tak mampu menjaga komitmen ini (emoticon menangis). Sampai akhirnya dia pulang untuk bilang ke bapak aku dengan alasan kami sudah nggak cocok lagi. Juli 2020, dan sekarang aku sendiri lagi," tulis @diahats1 pada penjelasan selanjutnya.
"Fix kena pelet ini, semangat mbak!" komentar @bagus.ya.
"Kalau kayak gini, gue bukan mikirin perasaan si cewek, tapi mikirin perasaan orangtuanya. Sakit banget pasti lihat anaknya diginiin," pendapat @yusninovita.
Untuk melihat video viral mengenai curhatan cewek yang sudah menjalin hubungan 7 tahun tapi tidak sampai ke pelaminan kalian bisa mengunjungi link ini.
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
Local Media Community: Masukan terhadap Revisi UU Hak Cipta Demi Masa Depan Ekosistem Media di Indonesia
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi