hitekno.com - Akun WhatsApp Bupati Karanganyar, Juliyatmono telah dibobol peretas sejak Selasa (1/9/2020) kemarin.
Kabar pembajakan akun WhatsApp ini disampaikan Juliyatmono melalui akun Facebook miliknya dan status WA ajudan.
Masyarakat pengguna WhatsApp diharapkan bisa meningkatkan kewaspadaan karena ada beberapa cara agar akun WhatsApp diretas.
Praktisi keamanan siber dari Vaksin.com, Anfons Tanujaya melalui akun Instagram miliknya @alfonstan mengungkap cara yang bisa dilakukan oleh pelaku untuk mengambil alih akun WhatsApp orang lain.
Setidaknya ada tiga cara yang bisa dilakukan oleh pelaku untuk meretas akun WhatsApp.
Jika korban mengklik link verifikasi tersebut, maka akun WhatsApp akan langsung beralih ke tangan pelaku peretasan dalam waktu singkat. Meski demikian, tidak semua orang mau mengkliknya.
"Maka bisa saja (pelaku melakukan) rekayasa sosial atau mengelabui dengan menang undian (agar korban mau klik link verifikasi)" kata Alfons saat dikonfirmasi Suara.com.
Cara kedua, melalui aplikasi pihak ketiga SMS Forwarder. Dengan aplikasi tersebut, pelaku peretasan bisa dengan mudah menguasai akun WhatsApp milik korban.
Meski demikian, ponsel korban harus lebih dulu dipasang aplikasi tersebut. Kemudian diatur agar bisa meneruskan pesan ke nomor pelaku peretasan.
Pesan dari ponsel korban akan diteruskan ke akun milik pelaku peretasan. Tak hanya itu, korban juga akan dikenakan biaya pemotongan pulsa.
Alfons mengimbau agar para pengguna WhatsApp dapat lebih meningkatkan kewaspadaan. Sebab, di era digitalisasi saat ini ada beragam cara yang ditempuh para pelaku peretasan.
"Harus hati-hati, jangan sampai menyetujui pengalihan akun WA Anda jika menerima SMS," ungkap praktisi keamanan siber tersebut.
Itulah bagaimana peretas bisa membajak akun WhatsApp Bupati Karanganyar menurut praktisi keamanan siber Vaksin.com. (Suara.com/ Budi Arista Romadhoni).
Berita Terkini
-
Website Baru Susah Nangkring di Google? Ternyata Ini Rahasia yang Dipakai Banyak Blogger
-
DTI Series 2026 Hadirkan Kolaborasi Pemerintah dan Industri untuk Percepatan Transformasi Digital Indonesia
-
Kolaborasi AI Dataiku dan Palang Merah Singapura Atasi Krisis Bencana
-
Mengapa Kepercayaan Digital di Asia Pasifik Membutuhkan Sistem Terintegrasi
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media Melonjak 45,1 Persen Sepanjang 2025